Menuju konten utama

Kata Prabowo ke Pebisnis Tionghoa: Gue Enggak Minta Sumbangan ke Lu

"Tapi kalau ada yang mau nyumbang silakan, kalau tidak silakan. Ini negara demokrasi," ungkap Prabowo. 

Kata Prabowo ke Pebisnis Tionghoa: Gue Enggak Minta Sumbangan ke Lu
Calon presiden, Prabowo Subianto menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad di Masjid Habib Ali Habsy di Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2018). tirto.id/Andrey Gromico

tirto.id - Calon Presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto mengaku paham dengan para posisi pebisnis dan pedagang di Indonesia ketika dimintai sumbangan oleh para ketua partai politik. Pasalnya, Prabowo pernah merasakan hal itu saat menjadi pebisnis setelah keluar dari tentara.

Prabowo menyatakan hal ini ketika berpidato di acara yang digelar perkumpulan pengusaha Tionghoa di Sun City, Jakarta, pada Jumat malam (7/12/2018). Acara itu bertajuk "Tionghoa dan Bisnis di Mata Prabowo Subianto."

"Jadi saya mengerti, perasaan dan kekhawatiran pedagang, saya paham. Waktu saja jadi pengusaha, saya paling takut kalau ada ketua partai ini ketemu saya. Takut, pasti minta sumbangan. Betul kan? Pasti minta sumbangan," kata Prabowo.

"Jadi saya paham perasaan saudara-saudara sekalian. Tapi, terus terang aja ya, gue enggak minta sumbangan ke elu orang ya. Karena mengerti keadaan seperti kalian," lanjut Prabowo sembari tertawa.

Prabowo bercerita, ketika ia keluar dari tentara 20 tahun silam, keadaan memaksa dirinya menjadi pedagang dan pebisnis. Ia menjadi anak buah dari adiknya, Hashim Djojohadikusumo, yang memang sudah menjadi pebisnis terlebih dahulu

"Pertama, saya jadi anak buah adik saya. Saya tentara, enggak ngerti dagang. Berapa tahun ikut adik saya. Saya ikut, lama agak ngerti sedikit. Makanya saya paham perasaan kalian," katanya.

"Tapi kalau ada yang mau nyumbang silakan, kalau tidak silakan. Ini negara demokrasi," lanjutnya.

Malam itu, Prabowo pun mengklaim akan memegang prinsip menjaga keharmonisan hubungan mayoritas-minoritas jika memenangkan pemilihan presiden.

"Dan saya mengerti dan saya paham, kalau nanti saya menerima amanah, kalau saya maju menerima mandat, kalau nanti saya dipilih, saya paham, saya harus jadi pemimpin untuk semua suku, agama, ras, dan kelompok etnis," kata Prabowo.

"Kalau ada, satu warga dari satu kelompok, atau satu suku, atau satu kelompok etnis, atau satu ras, yang dizalimi yang tidak menerima keadilan, itu tugas pemimpin untuk membelanya," ujar dia.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan lainnya dari Haris Prabowo

tirto.id - Politik
Reporter: Haris Prabowo
Penulis: Haris Prabowo
Editor: Alexander Haryanto