Kata Istana soal Video Jokowi Tanpa Pengawalan di Food Estate NTT

Oleh: Andrian Pratama Taher - 24 Februari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Istana sebut aksi Jokowi berjalan kaki di tengah sawah karena ingin memastikan pompa food estate berjalan lancar.
tirto.id - Beredar video Presiden Joko Widodo berjalan kaki sendirian saat meninjau food estate di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (23/2/2021). Jokowi yang berjalan sambil mengenakan payung saat hujan diteriaki oleh sejumlah warga yang berada di wilayah food estate.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Bey Machmudin menjelaskan, aksi Jokowi berjalan kaki di tengah sawah karena ingin memastikan pompa food estate berjalan lancar. Pihak pengawalan pun sudah memperingatkan agar Presiden Jokowi tidak ke tempat tersebut.

"Perangkat kepresidenan sudah mengingatkan presiden untuk tidak ke ujung ke pompa air yang berwarna kotak biru. Namun presiden tetap ingin melihat langsung pompa air itu karena merupakan kunci untuk food estate di lokasi tersebut," kata Bey saat dikonfirmasi, Rabu (24/2/2021).

Bey lantas menuturkan, upaya memeriksa pompa adalah hal wajar. Sebab, mantan Wali kota Solo itu selalu ingin memastikan dan memeriksa secara detail dalam segala hal.

Selain itu, Jokowi juga memutuskan berjalan karena melihat antusiasme warga di tengah hujan lebat. Bey mengatakan, "mereka memanggil-manggil (bisa didengar juga di video) dan telah menunggu lama serta hujan-hujanan. Jadi presiden ingin menyapa dari jarak yang relatif lebih dekat."

Bey pun membantah kalau tidak ada pengawalan atau penjagaan saat mengunjungi warga di food estate. Ia beralasan, jalan yang berada di food estate hanya cukup satu sehingga menyulitkan Jokowi.

"Paspampres ada, tapi tidak bisa lebih dahulu berjalan, karena jalannya hanya untuk satu orang. Kalau Paspampres lebih dahulu, maka Presiden nggak bisa sampai ke tempat paling ujung," kata Bey.




Baca juga artikel terkait PROYEK FOOD ESTATE atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Politik)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Abdul Aziz
DarkLight