Menuju konten utama

Kasus Omicron di Indonesia Disumbang Pelaku Perjalanan Luar Negeri

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan positivity rate Omicron dari luar negeri 65 kali lebih tinggi dibandingkan dengan positivity rate transmisi lokal.

Kasus Omicron di Indonesia Disumbang Pelaku Perjalanan Luar Negeri
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (ketiga kanan) dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (kedua kanan) berbincang dengan seorang penumpang pesawat udara yang baru saja tiba dari luar negeri di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/12/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wsj.

tirto.id - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan peningkatan kasus COVID-19 varian Omicron di Indonesia disumbang dari pelaku perjalanan luar negeri.

"Dari surveilans memang kami mengamati peningkatan dari jumlah kasus Omicron terutama dari kedatangan luar negeri," ujar Menkes Budi dalam konferensi pers "Evaluasi PPKM" yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (10/1/2022) dilansir dari Antara.

Ia mengemukakan, positivity rate atau proporsi orang yang dideteksi positif dari keseluruhan orang yang dites dari pelaku perjalanan luar negeri 65 kali lebih tinggi dibandingkan dengan positivity rate transmisi lokal.

"Positivity rate untuk kedatangan luar negeri adalah 13 persen, jauh di atas positivity rate transmisi lokal yang 0,2 persen. Jadi positivity rate kedatangan luar negeri 65 kali lebih tinggi dibandingkan dengan positivity rate transmisi lokal," paparnya.

Ia mengatakan, data itu memperkuat hipotesa pemerintah bahwa sebagian besar kasus positif yang terjadi saat ini disebabkan oleh kedatangan luar negeri.

Ia menyampaikan, negara-negara dengan kasus Omicron yang paling tinggi saat ini adalah Arab Saudi, diikuti Turki, Amerika Serikat, dan Uni Emirat Arab.

Saat ini, jumlah kasus Omicron di Indonesia mencapai 414 orang, dua diantaranya membutuhkan perawatan dengan oksigen karena memiliki komorbid.

"Yang masuk kategori sedang, artinya membutuhkan perawatan dengan oksigen hanya dua orang, satu usia 58 tahun dan 47 tahun, keduanya memiliki komorbid," katanya.

Dari 414 orang yang dirawat, ia menambahkan, 114 orang atau sekitar 26 persen sudah sembuh termasuk dua orang yang masuk kategori sedang dan telah kembali ke rumah.

"Jadi kesimpulannya memang walaupun Omicron ini cepat transmisinya tapi relatif lebih ringan severity atau keparahannya," tuturnya.

Dalam kesempatan sama, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta masyarakat menahan diri agar tidak melakukan perjalanan ke luar negeri untuk beberapa pekan ke depan.

Hal itu perlu dilakukan guna menekan penyebaran varian Omicron yang utamanya disebabkan oleh para pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang kembali ke Indonesia.

"Di Indonesia, hari ini, setelah saya sampaikan sebelumnya, bahwa tren peningkatan kasus COVID-19 disebabkan oleh pelaku perjalanan luar negeri. Dan Presiden secara spesifik menekankan ini tadi, agar kita menahan diri dulu beberapa pekan ke depan untuk tidak ke luar negeri," kata Luhut.

Baca juga artikel terkait KASUS OMICRON atau tulisan lainnya dari Antara

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Antara
Editor: Bayu Septianto