Kasus Khashoggi: Arab Saudi Serukan Boikot Produk Turki

Oleh: Yantina Debora - 19 Desember 2018
Produk Turki diboikot sebagai buntut kasus pembunuhan Jamal Khashoggi .
tirto.id - Arab Saudi memboikot produk Turki sebagai bentuk protes atas Ankara yang menyudutkan Riyadh terkait pembunuhan Jamal Khashoggi.

Menurut laporan The New Arab, dalam beberapa hari terkhir, warga Arab Saudi meluncurkan kampanye boikot produk Turki melalui media sosial menggunakan tagar #Saudis_rejecting_the_Turkish_Product.

Beberapa cuitan warga Saudi di Twitter juga menyertakan foto produk-produk Turki yang beredar di negara itu.

"Produk Turki harus diboikot," cuit @Maj-al, mengingat bahwa Anakara berkonspirasi melawan Arab Saudi.

Aktivis Saudi mengungkapkan tujuan dari kampanye itu untuk 'menghukum presiden Turki."

Seorang konsumen Saudi mengatakan, melalui tagar kampanye, "sementara Turki sibuk dengan urusan internal kerajaan, Saudi sibuk membangun masa depan mereka."

Tak hanya boikot produk Turki, warga Saudi juga menyampaikan kampanye agar mulai menggunakan produk lokal.

Beberapa minggu setelah terdengar kabar bahwa Khashoggi telah terbunuh di dalam konsulat, Presiden Recep Tayyip Erdogan menyatakan memantau kasus tersebut dan menuntut tanggung jawab Saudi.

"Saya mengikuti (kasus ini) sebagai Presiden Republik Turki," kata Erdogan dikutip dari CNN. "Saya kejar. Tentunya kami akan membagi hasil kepada dunia," sambil menambahkan bahwa semua rekaman dari pintu masuk atau keluar kedutaan tengah diselidiki.

Otoritas Turki mendesak Saudi untuk mengorek keterangan dari 18 orang tersangka. Turki juga menegaskan bahwa otak di balik pembunuhan Khashoggi, yang mengarah pada MBS, juga harus ditemukan.

Turki bersikeras agar 18 tersangka pelaku pembunuhan Khashoggi diekstradisi ke Turki untuk diadili sesuai hukum setempat.

Badan Intelijen AS (Central Intellegence Agency/CIA) mengungkapkan hasil investigasi dan menyimpulkan bahwa Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman memerintahkan pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi di Istanbul bulan lalu.

Baca juga artikel terkait PEMBUNUHAN JURNALIS atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Politik)


Penulis: Yantina Debora
Editor: Yantina Debora
* Data diambil dari 20 top media online yang dimonitor secara live