Pandemi COVID-19

Kasus Harian Tembus 40 Ribu, RI Buka Pintu Bantuan Luar Negeri

Oleh: Mohammad Bernie - 13 Juli 2021
Dibaca Normal 1 menit
Pemerintah direncanakan akan mengimpor oksigen hingga menerima bantuan vaksin dari sejumlah negara.
tirto.id - Kasus harian Covid-19 di Indonesia kembali memecahkan rekor. Pada Senin (12/7/2021), Satgas Covid-19 mencatat terdapat 40.427 kasus baru, jumlah itu diperoleh setelah melakukan tes terhadap 123.317 atau jumlah tes terendah dalam satu minggu terakhir sehingga positivity rate pun melonjak hingga 32,78 persen.

Beriringan dengan penambahan kasus positif yang makin tak terkendali, jumlah kasus aktif pun terus meroket. Pada Senin (12/7/2021) tercatat ada 380.797 masih dalam penanganan baik di rumah sakit maupun isolasi mandiri. Jumlah kasus aktif terus membengkak sejak 3 Juni 2021, saat itu tercatat hanya ada 94.438 kasus aktif Covid-19 di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menkomarves) Luhur Binsar Panjaitan selaku koordinator PPKM Darurat Jawa Bali dalam konferensi pers pada 6 Juli 2021 mengatakan, kala kasus harian telah mencapai 40 ribu per hari itu adalah alarm untuk worst case scenario. Salah satu yang akan dilakukan ialah meminta bantuan dari luar negeri, di antaranya Singapura dan Tiongkok.

Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Jodi Mahardi mengatakan hari ini pihaknya terus mengusahakan ketersediaan oksigen bagi seluruh daerah dengan memaksimalkan pasokan oksigen dari perusahaan-perusahaan nasional.

"Apabila tidak cukup, pemerintah memiliki opsi untuk impor oksigen," kata Jodi kepada Tirto pada Selasa (13/7/2021).

Pemerintah juga terus berupaya menambah jumlah tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU di seluruh rumah sakit rujukan Covid-19. Pemerintah menargetkan dari kapasitas seluruh rumah sakit rujukan, ada 40-50 persen tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU yang tersedia untuk perawatan pasien Covid-19.

Pemerintah juga membangun rumah sakit lapangan dengan memaksimalkan gedung-gedung milik pemerintah, dan saat ini tengah diidentifikasi oleh Kapuskes TNI dan Kapusdokkes Polri dengan melibatkan Kementerian Kesehatan.

Pihaknya juga terus menyiapkan obat-obatan untuk pasien Covid-19. Jodi mengatakan, sejumlah obat memang tersedia tetapi ada juga obat yang mulai langka seperti Actemra dan Tocilizumab. Saat ini pemerintah terus berupaya mencari pasokan obat-obatan tersebut bahkan pemerintah juga membuka opsi impor.

Bantuan-bantuan dari luar negeri pun mulai berdatangan ke Indonesia. Jepang telah mengirimkan bantuan 998.400 dosis vaksin Covid-19 merk AstraZeneca ke Indonesia pada 1 Juli lalu; Singapura akan mengirim 256 tabung oksigen kapasitas 50 liter, konsentrat oksigen, 200 ventilator, hingga alat pelindung diri (APD); Australia mengirim 1000 ventilator, 700 konsentrator oksigen, 170 tabung oksigen, 40 ribu alat rapid tes antigen, 2,5 juta dosis vaksin Astra Zeneca; dan APD.

Selain itu, Amerika Serikat telah mengirim vaksin Covid-10 merk Moderna ke Indonesia melalui skema Covax sementara Inggris juga berencana mengirim vaksin untuk Indonesia.

"Selain beberapa negara sahabat mengirimkan dukungan, pemerintah juga membeli/mengimpor yang dibutuhkan bagi penanganan pandemi di Indonesia," kata Jodi "dukungan bukan hanya dari negara lain saja melainkan juga dari pihak swasta dalam maupun luar negeri".

Untuk tambahan tenaga kesehatan, Jodi menyebut pemerintah memproyeksikan akan ada tambahan 3.000 dokter untuk membantu penanganan Covid-19. Jumlah itu diambil dari dokter-dokter yang lulus magang tahun ini.

TNI, Polri, dan Dinas Kesehatan juga akan masuk ke daerah-daerah terpinggir untuk melaksanakan program vaksinasi mulai pekan ini.

"Pada dasarnya ini adalah kerja bersama yang baik, di saat seperti ini kolaborasi dan gotong royong konkrit semua pihak, baik itu pemerintah, swasta, masyarakat, partai politik juga media menjadi kunci," tutup Jodi.









Baca juga artikel terkait CORONA DI INDONESIA atau tulisan menarik lainnya Mohammad Bernie
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Mohammad Bernie
Penulis: Mohammad Bernie
Editor: Restu Diantina Putri
DarkLight