Menuju konten utama

Kasus Covid-19 Hampir 20 Ribu, Jokowi Usul Protokol Baku di ASEAN

Kasus pasien positif COVID-19 mencapai hampir tembus 20 ribu di kawasan ASEAN, Presiden Jokowi mendorong agar negara-negara ASEAN membentuk protokol baku penanganan Covid-19.

Kasus Covid-19 Hampir 20 Ribu, Jokowi Usul Protokol Baku di ASEAN
Presiden Joko Widodo memberikan kata sambutan dalam pembukaan Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (12/3/2020). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay.

tirto.id - Kasus pasien positif COVID-19 mencapai sekitar 19 ribu hampir tembus 20 ribu di kawasan ASEAN, Presiden Jokowi mendorong agar negara-negara ASEAN membentuk sebuah tata cara penanganan Covid-19 yang baku.

"Untuk mengatasi penyebaran virus lintas batas, presiden mengusulkan agar menyusun sebuah prosedur ASEAN berupa protokol untuk merespons pandemi melalui join contact tracing and outbreak investigation. Usulan Indonesia dimuat dalam satu paragraf deklarasi hasil KTT yaitu dalam formulasi sebuah ASEAN Standar Operating Procedure untuk emergency kesehatan masyarakat," kata Menlu Retno dalam konferensi pers secara virtual dari Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/4/2020).

Usulan presiden itu bagian dari empat poin yang ditekankan demi pentingnya kesatuan sinergi dan kolaborasi di kawasan ASEAN.

Kedua, Jokowi menekankan pentingnya pencegahan hambatan lalu lintas barang. Ia ingin barang seperti makanan, alat kesehatan dan obat-obatan tidak dicegah selama pandemi berlangsung. Jokowi mendorong pengaturan bersama di ASEAN untuk lalu Lintas tiga barang tersebut.

Ketiga, Jokowi mendorong kerja sama perlindungan warga negara ASEAN. Jokowi menekankan kontribusi buruh migran terhadap ekonomi ASEAN. Ia menyarankan pemerintah memberikan panduan bantuan konsuler warga ASEAN.

Keempat, Jokowi menekankan pentingnya kerja sama dengan mitra ASEAN, terutama negara ASEAN plus tiga negara yakni China, Jepang dan Korea Selatan. Presiden mendukung upaya pembentukan Asean Covid-19 respond fund dengan realokasi anggaran ASEAN Development fund dan ASEAN Cooperation Fund.

"Relokasi budget diperlukan sebagai langkah darurat untuk menyediakan peralatan medis yang diperlukan untuk memberantas COVID-19 bagi negara ASEAN yang memerlukan," kata Retno.

Presiden Jokowi menghadiri pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN via teleconference, Selasa (14/4/2020).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi bersama petinggi negara ASEAN lain menerima laporan dari Ketua Asean Coordinating Council (ACC) sekaligus Menteri Luar Negeri Vietnam Pham Binh MiNh bahwa sudah ada 19 ribu lebih orang di ASEAN positif Covid-19. Ketua ACC juga melaporkan koreksi pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN.

"Menlu Vietnam menyampaikan jumlah kasus di ASEAN per 13 April adalah 19.997 dengan angka kematian 884. Menlu Vietnam juga menyampaikan kepada para pemimpin ASEAN bahwa economic growth yang diproyeksikan untuk ASEAN semula 4,7%, maka harus di-adjust menjadi 1%," kata Retno.

Selain itu, sekitar 235 kegiatan pertemuan di ASEAN ditunda bahkan dihentikan akibat Covid-19. Dalam pertemuan tersebut, Ketua ACC juga mengingatkan pernyataan Ketua ASEAN yang mengatakan komitmen politik negara ASEAN secara kolektif dalam memerangi Covid-19.

Mereka juga mendorong pembentukan inter-agency group yang menjadi lembaga koordinasi dan membuat rekomendasi bagi ASEAN. Selain itu, menteri-menteri sudah melakukan pertemuan dalam konteks ASEAN seperti Menteri Kesehatan, Menteri Pertanian, Menteri Kehutanan dan Bank Sentral antar-negara.

Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Politik
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Maya Saputri