Kapan Tanggal Lebaran Ketupat: Tradisi Seminggu Setelah Idul Fitri

Penulis: Yulaika Ramadhani, tirto.id - 28 Apr 2022 16:35 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Tanggal berapa lebaran ketupat dirayakan tahun 2022 ini? Berikut penjelasan selengkapnya.
tirto.id - Lebaran ketupat adalah salah satu tradisi yang dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri. Lantas, tanggal berapa lebaran ketupat dirayakan tahun 2022 ini?

Lebaran Ketupat adalah tradisi yang dilakukan sebagian besar masyarakat Muslim Indonesia khususnya di Pulau Jawa, yang tanggalnya jatuh seminggu setelah Idul Fitri 1 Syawal. Tradisi lebaran ketupat di beberapa wilayah juga diartikan sebagai kegiatan syawalan.

Perayaan tradisi lebaran ketupat ini dilambangkan sebagai simbol kebersamaan dengan memasak ketupat dan mengantarkannya kepada sanak kerabat pada tradisi masyarakat Jawa.

Sejarah lebaran ketupat sangat erat kaitannya dengan salah satu Walisongo, yakni Sunan Kalijaga. Dahulu, Sunan Kalijaga memperkenalkan dua istilah yaitu, Bakda Lebaran yang merupakan tradisi silaturahmi dan bermaaf-maafan setelah salat Idul fitri, dan Bakda Kupat (lebaran ketupat) yang merupakan perayaan sepekan setelah Idul Fitri.

Asal Usul lebaran ketupat yang pelaksanaannya 7 hari setelah lebaran ini dasar perhitungannya terkait erat dengan puasa 6 hari di bulan syawal.

Puasa 6 hari di bulan Syawal dimulai pada hari kedua setelah hari raya Idul Fitri, karena pada hari pertama atau tanggal 1 syawal umat Islam diharamkan untuk berpuasa.

Puasa syawal tersebut kemudian akan berakhir pada tanggal 7 Syawal, sehingga Lebaran Ketupat ini akan dilaksanakan pada tanggal 8 sebagai perayaan selesainya puasa 6 hari di bulan Syawal tersebut.

Jadi berdasarkan perhitungan ini, lebaran ketupat dirayakan setiap tanggal 8 Syawal. Jika tahun ini 1 Syawal 1443 H resmi jatuh pada Senin, 2 Mei 2022, maka lebaran ketupat jatuh pada tanggal 8 Syawal, yakni hari Senin tanggal 9 Mei 2022.

Lebaran 2022 Berapa Hari Lagi?


Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1443 H, Idul Fitri 2022 atau Lebaran 2022 akan jatuh pada Senin, 2 Mei 2022.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Maklumat Nomor 01/MLM/I.0/E/2022 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1443 H.
Sehingga jika merujuk pada penetapan 1 Syawal 1443 H atau Idul Fitri 2022 versi Muhammadiyah, maka Lebaran 2022 akan dirayakan enam hari lagi.

Sementara itu, Kementerian Agama rencananya baru akan menggelar sidang isbat 1 Syawal 1443 H pada Minggu, 1 Mei 2022 petang. Sidang isbat ini akan menetapkan tanggal perayaan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2022.

Pelaksanaan sidang isbat ini akan berlangsung di Auditorium HM Rasjidi Kementeran Agama dan didahului dengan Seminar Pemaparan Posisi Hilal yang disampaikan Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag.

Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin menjelaskan, sidang isbat mempertimbangkan informasi awal berdasarkan hasil perhitungan secara astronomis (hisab) dan hasil konfirmasi lapangan melalui mekanisme pemantauan (rukyatul) hilal. Secara hisab, semua sistem sepakat bahwa ijtimak menjelang Syawal jatuh pada Minggu, 1 Mei 2022 M atau bertepatan dengan 29 Ramadan 1443 H.

“Pada hari rukyat, 29 Ramadan 1443 H, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk dan di atas kriteria baru MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura) yaitu di atas 3 derajat," jelas Kamaruddin di Jakarta.

Nantinya, hasil keputusan sidang isbat soal penetapan 1 Syawal 1443 H atau Idul Fitri 2022 akan disampaikan secara langsung oleh Kemenang dalam konferensi pers yang disiarkan TVRI sebagai TV pool.

Anda dapat menyimak siaran langsung penetapan 1 Syawal 1443 H atau Idul Fitri 2022 melalui live streaming TVRI dalam link berikut ini. Selain itu, live streaming penetapan 1 Syawal 1443 H atau Idul Fitri 2022 juga bisa disimak melalui YouTube dan media sosial Kementerian Agama berikut ini.

Sementara itu, pemerintah sebelumnya juga telah menetapkan penambahan 4 hari cuti bersama pada 2022 yang berkaitan dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1443 H.


Baca juga artikel terkait LEBARAN KETUPAT atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Yantina Debora

DarkLight