Kampanye #SeeUsHearUs, Femina & WhatsApp

Femina menggaungkan inovasi bagi wanita wirausaha di seluruh Indonesia melalui kampanye #SeeUsHearUs. FOTO/Doc.Rilis
Bersama dengan WhatsApp, Femina menggaungkan inovasi bagi wanita wirausaha di seluruh Indonesia melalui kampanye #SeeUsHearUs sepanjang April 2021.
19 April 2021
Bersama dengan WhatsApp, Femina menggaungkan inovasi bagi wanita wirausaha di seluruh Indonesia melalui kampanye #SeeUsHearUs sepanjang April 2021. Kampanye ini bertujuan menyebarkan cerita inspiratif perempuan dalam mendobrak tantangan dan mengembangkan ide usaha, serta menekankan pentingnya peranan perempuan dalam pemulihan ekonomi Indonesia.

Para wirausaha diajak untuk mengunggah cerita kewirausahaan “Cerita Bisnisku” mereka melalui QR code ke situs mini http://seeushearus-femina.com. yang khusus diciptakan untuk kampanye ini. Kolaborasi ini merupakan inisiatif kampanye yang pertama kali dilakukan di dunia antara aplikasi perpesanan dengan platform media.

Pada situs tersebut terdapat tombol khusus untuk menuju katalog WhatsApp 50 Wanita Wirausaha terpilih dan dapat langsung berbelanja via katalog bisnis yang dimiliki masing-masing wanita wirausaha. Katalog WhatsApp 50 Wanita Wirausaha terdiri dari berbagai usaha yang dikelola oleh perempuan dengan bermacam jenis produk baik makanan, minuman, fashion, busana anak dan kecantikan. UMKM yang terpilih dan sebagian besar berasal dari program Facebook Scaleup yang dilaksanakan bersama Wanita Wirausaha Femina berasal dari berbagai kota di Indonesia seperti Medan, Malang, Bali, Makassar, Bandung, Jakarta hingga Gorontalo.

Tahun ini, WhatsApp mendukung pelatihan #WanWir Femina seiring komitmen dan kepedulian WhatsApp terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pilar penting dalam pemulihan ekonomi Indonesia.

“Program kolaborasi Wanita Wirausaha Femina dan WhatsApp dengan pembuatan Katalog WA dan Sharing Cerita Bisnis benar-benar sebuah breakthrough di saat yang tepat. Setelah mengikuti berbagai pelatihan pengembangan keterampilan wirausaha sebelumnya, Katalog WA dan sharing cerita bisnis menjadi etalase usaha yang langsung meluaskan pasar. Sungguh sebuah program pengembangan peran perempuan yang nyata dalam menggerakkan ekonomi Indonesia,” sambut Petty S Fatimah, Chief Community Officer Femina .

Selanjutnya Petty mengatakan bahwa pengembangan Komunitas #Wanwir menjadi cara yang nyata dan terukur bagi Femina untuk mengimplementasikan misi dan visinya dalam mensejahterakan perempuan Indonesia melalui kemandirian ekonomi. Dalam hal ini bagi mereka yang menjadi wirausahawan.

Komunitas Wanita Wirausaha Femina, yang juga populer dengan akronim hastag #Wanwir adalah program pengembangan komunitas UKM yang dimiliki perempuan yang digagas Femina sejak 2008 untuk mengakselerasi potensi dan kinerja pengusaha perempuan di Indonesia dengan program holistik dari pelatihan hingga kompetisi.

Sejak awal pandemi di awal tahun 2020, komunitas ini melakukan inovasi dengan berpindah platform, dilaksanakan di ruang digital lewat Facebook Live di Facebook Page Wanita Wirausaha Femina dengan melakukan online training yang telah menjangkau hingga 26.696 pemirsa. Diharapkan online training yang diadakan dengan menghadirkan pelatih-dan pelaku usaha sukses di Indonesia, dapat memberikan pengetahuan, jaringan, dan keterampilan di bidang teknologi yang dibutuhkan para wanita wirausaha untuk memulai dan mengembangkan bisnis mereka.

Tahun ini, WhatsApp mendukung pelatihan #WanWir Femina seiring komitmen dan kepedulian WhatsApp terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pilar penting dalam pemulihan ekonomi Indonesia. Lebih dari 50 persen usaha kecil dimiliki oleh wanita, dan UKM yang dimiliki wanita berkontribusi 9,1% dari PDB, menurut data pemerintah dan hasil studi International Finance Corporation (IFC).

“Saya percaya bahwa perempuan harus membantu perempuan lainnya untuk maju,” kata Nancy, CEO dan Co-Founder Batik Fractal asal Bandung yang ditampilkan dalam Katalog WhatsApp Wanita Wirausaha. Batik Fractal menggunakan teknologi piranti lunak Batik agar dapat mengembangkan desain dan motif batik dengan efisien. “Saya yakin pembatik perempuan Indonesia dapat maju dan mengembangkan kreativitas mereka melalui teknologi,” Nancy menambahkan.

Dina Rosaria, pemilik UMKM Lori Fashion di Yogyakarta, menyatakan bahwa perempuan menghadapi tantangan dalam berbagi peran. Selain sebagai ibu rumah tangga, Dina juga berprofesi sebagai arsitek dan menjalani usahanya sendiri. “Sebagai perempuan, dewasa ini kita harus memiliki keberanian untuk dapat mengembangkan diri,” kata Dina. “Keberanian saya menjalani cita-cita dan impian saya yang berangkat dari ketertarikan saya di dunia desain.”

DarkLight