Menuju konten utama

KAI Madiun Berlakukan Rekayasa Jalur untuk KA Singasari & Brantas

Rekayasa jalur dilakukan untuk mengatasi keterlambatan sejumlah jadwal keberangkatan kereta yang terdampak genangan banjir.

KAI Madiun Berlakukan Rekayasa Jalur untuk KA Singasari & Brantas
Ilustrasi. Kereta api melintas di Stasiun Banyuwangi Baru, Jawa Timur, Rabu (29/11/2017). ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

tirto.id - Guna mengatasi keterlambatan jadwal kereta api yang terdampak banjir Sungai Cisanggarung di wilayah Daops 3 Cirebon, PT KAI (Persero) Daops 7 Madiun melakukan rekayasa pola operasi kereta api (KA).

Manajer Humas PT KAI (Persero) Daops 7 Madiun Supriyanto, Sabtu (24/2/2018), mengatakan rekayasa pola operasi diberlakukan untuk KA Singasari dan KA Brantas.

"Imbas dari banjir Sungai Cisanggarung di wilayah Daops 3 Cirebon, ada dua KA keberangkatan Daops 7 Madiun yang mengalami keterlambatan cukup lama. Yaitu KA Singasari lambat 270 menit dan KA Brantas lambat 475 menit," ujar Supriyanto.

Adapun KA yang direkayasa adalah perjalanan KA Singasari relasi Blitar-Madiun-Purwokerto-Pasarsenen Jakarta dan KA Brantas relasi Blitar-Madiun-Semarang-Pasarsenen Jakarta.

Ia menjelaskan, KA Singasari masuk Stasiun Madiun pada pukul 04.30 WIB, lambat 244 menit dari jadwal seharusnya pukul 00.33 WIB.

Setelah tiba di Madiun, selanjutnya sebagian rangkaian gerbong dipotong di Stasiun Madiun, sisanya tiga gerbong kereta melanjutkan mengantar penumpang tujuan Nganjuk-Kediri-Tulungagung-Blitar.

Sedangkan KA Singasari relasi Blitar-Madiun dengan menggunakan rangkaian KA cadangan sebanyak tiga kereta, berangkat dari Stasiun Blitar tepat pukul 06.40 WIB.

"Rangkaian KA cadangan Singasari sampai di Madiun kemudian digabungkan dengan rangkaian asli KA Singasari dan berangkat dari Stasiun Madiun pada pukul 10.31 WIB. Rekayasa tersebut lambat 41 menit dari jadwal seharusnya," kata Supriyanto.

Kemudian, KA Brantas relasi Jakarta Pasarsenen-Semarang-Madiun-Blitar lambat 475 menit dari jadwal pukul 04.50 WIB. Pola operasi yang dilakukan, rangkaian Brantas dipotong di Stasiun Madiun, sedangkan tiga kereta di antaranya berangkat ke Blitar mengantar penumpang tujuan Kediri dan Blitar.

"Kemudian, untuk penumpang tujuan Caruban, Nganjuk, Kertosono, dan Tulungagung sebanyak 89 orang, akan diantar dengan bus ke stasiun tujuan," kata dia pula.

Lalu, KA Brantas dengan rangkaian cadangan diberangkatkan dari Stasiun Blitar tepat pukul 12.50 WIB. Setelah tiba di Madiun, penumpang akan dipindahkan ke KA Brantas asli rangkaian dari Jakarta yang langsung diberangkatkan ke Jakarta, setelah dilakukan pengecekan dan pembersihan.

"Rekayasa operasional terhadap perjalanan KA Singasari dan KA Brantas ini, diharapkan bisa mengurangi keterlambatan yang dialami," kata Supriyanto.

Pada Jumat (23/2) Sungai Cisanggarung meluap dan menggenangi jalur KA. Luapan tersebut menghambat perjalanan KA yang melewati Cirebon.

Ada dua titik yang terganggu dan tidak bisa dilewati, yaitu di Km 253+300 hingga 254+400 antara Stasiun Ketanggungan-Stasiun Ciledug (arah Purwokerto) dan di Km 185+500 hingga 186+600 antara Stasiun Tanjung-Stasiun Losari (arah Tegal).

"PT KAI meminta maaf atas ketidaknyamanan dan keterlambatan sejumlah KA tersebut," kata Supriyanto.

Baca juga artikel terkait JALUR KERETA API

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: antara
Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Yandri Daniel Damaledo