Kabar NTT Terbaru dan Kondisi Kupang Terkini Hari Ini 6 April

Oleh: Nur Hidayah Perwitasari - 6 April 2021
Dibaca Normal 2 menit
Selain listrik yang masih padam, saat ini juga terjadi kelangkaan BBM terutama jenis premium di beberapa lokasi karena rusaknya SPBU.
tirto.id - Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, cuaca ekstrem dampak siklon tropis Seroja menyebabkan lebih dari 8.000 warga terpaksa mengungsi.

Raditya juga mengatakan, hingga saat ini cuaca ekstrem hingga masih berpotensi terjadi di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa hari ke depan.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Senin (5/4/2021), pukul 23.00 WIB sebanyak 2.019 KK atau 8.424 warga mengungsi serta 1.083 KK atau 2.683 warga lainnya terdampak. Pemerintah daerah terus memutakhirkan data dari kaji cepat di lapangan. Warga yang mengungsi tersebar di lima kabupaten di wilayah Provinsi NTT.

"Pengungsian terbesar diidentifikasi berada di Kabupaten Sumba Timur dengan jumlah 7.212 jiwa (1.803 KK) , Lembata 958, Rote Ndao 672 (153 KK), Sumba Barat 284 (63 KK) dan Flores Timur 256," kata Raditya melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi Tirto.

Daftar daerah yang terdampak siklon tropis Seroja


Siklon tropis ini berdampak di 10 kabupaten dan 1 kota, antara lain,

1.Kota Kupang
2.Kabupaten Flores Timur
3.Kabupaten Malaka Tengah
4.Kabupaten Lembata
5.Kabupaten Ngada
6.Kabupaten Alor
7.Kabupaten Sumba Timur

8.Kabupaten Rote Ndao
9.Kabupaten Sabu Raijua
10.Kabupaten Timor Tengah Selatan
11.Kabupaten Ende

Sementara itu, hingga Senin (5/4/2021) malam tercatat 128 warga meninggal dunia selama cuaca ekstrem berlangsung di beberapa wilayah tersebut, dengan rincian Kabupaten Lembata 67 orang, Flores Timur 49, dan Alor 12.

Total korban hilang mencapai 72 orang, dengan rincian Kabupaten Alor 28 orang, Flores Timur 23, dan Lembata 21.

Bencana cuaca ekstrem di beberapa wilayah tadi juga berdampak pada sejumlah kerugian total antara lain 1.962 unit rumah terdampak, 119 unit rumah rusak berat (RB), 118 unit rumah rusak sedang (RS) dan 34 unit rumah rusak ringan (RR), sedangkan fasilitas umum (fasum) 14 unit RB, 1 RR dan 84 unit lain terdampak. Rincian kerusakan sektor pemukiman sebagai berikut.

Kota Kupang
- 10 unit rumah RS
- 657 unit rumah terdampak

Kabupaten Flores Timur
- 82 unit rumah RB
- 34 unit rumah RR
- 97 unit rumah terdampak
- 8 unit fasum RB

Kabupaten Malaka
- 1.154 unit rumah terdampak
- 65 fasum terdampak

Kabupaten Ngada
- 4 unit rumah RB
- 2 unit rumah RS
- 1 fasum terdampak

Kabupaten Sumba Barat
- 54 unit rumah terdampak

Kabupaten Sumba Timur
- 7 fasum terdampak

Kabupaten Rote Ndao
- 12 unit rumah RB

Kabupaten Alor
- 21 unit rumah RB
- 106 unit rumah RS
- 6 fasum RB
- 1 fasum RR
- 11 fasum terdampak

Terkait pascakejadian, BPBD kabupaten dan kota dibantu dengan multipihak masih terus melakukan penanganan darurat bencana, seperti evakuasi, penyelamatan, pelayanan di pengungsian, distribusi logistik maupun pembukaan akses ke wilayah terisolir. Kementerian dan lembaga di bawah kendali BNPB juga memberikan dukungan kepada pemerintah daerah terdampak siklon tropis tersebut.

Kondisi NTT terkini 6 April


Aleta Baun, warga NTT yang juga aktivis lingkungan saat dihubungi melalui sambungan telepon Selasa pagi (6/4/2021) pukul 08.30 WIB mengatakan hingga saat ini listrik di enam kabupaten masih padam.

"Masyarakat masih banyak yang susah, siap hujan lagi (hujan akan tujun lagi), listrik mati di enam kabupaten, karena kabel hancur," katanya.

Aleta yang berada di Soe, Ibukota Kabupaten Timor, Tengah, Selatan mengatakan, saat ini bahkan sejumlah wilayah masih terisolir karena banjir belum surut sehingga menutup akses jalan.

Kerusakan cukup parah juga terjadi di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Sebagian warga di beberapa daerah juga masih mengungsi di dua lokasi, yaitu gereja dan balai desa.

Aleta menambahkan, kebutuhan paling mendesak yang saat ini dibutuhkan oleh masyarakat adalah bahan pangan serta pakaian layak pakai.

"Yang mendesak dibutuhkan sekarang makanan dan pakaian karena masyarakat tidak siap membawa apapun," katanya.

Sementara itu, enam kabupaten yang aliran listriknya masih mati dari Minggu (4/4/2021) malam adalah,

1. TTS (Timor, Tengah, Selatan)

2. Belu

3. Malaka

4. Kabupaten Kupang

5. TTU (Timor, Tengah, Utara)

6. Kota kupang

Selain listrik yang masih padam, saat ini juga terjadi kelangkaan BBM terutama jenis premium di beberapa lokasi karena rusaknya SPBU.

"Lampu masih padam, sekarang terjadi kelangkaan BBM (premium) karena beberapa SPBU di Kota Kupang rusak diterjang angin semalam. Sinyal selular normal walaupun tidak merata di semua wilayah," kata Agusto Bunga, warga Kota Kupang, Kecamatan Kota Raja Kelurahan Airnona saat dihubungi redaksi Tirto (5/4/2021) pukul 19.00.

Daftar daerah di NTT yang terisolir


Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi mengatakan sejumlah wilayah di tiga kabupaten masih terisolasi akibat banjir bandang dan longsor yang terjadi pada Ahad.

Dalam konferensi pers secara virtual, Senin, Josef merinci wilayah yang terisolasi itu enam desa di Kabupaten Malaka, enam desa di Kabupaten Flores Timur, dan enam kecamatan di Kabupaten Sabu Raijua.

"Di Kabupaten Malaka ada enam desa karena jembatan putus. Kabupaten Flores Timur di Adonara ada beberapa desa dan sekitar enam desa yang terisolir karena jalannya longsor, jalannya tak bisa dilewati. Di Sabu Raijua ada enam kecamatan yang terisolasi karena jalan dan jembatan putus," melansir Antara.


Baca juga artikel terkait KUPANG atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH
DarkLight