Kabar Merapi Hari Ini 22 Februari 2021: Terjadi 46 Kali Gempa

Oleh: Alexander Haryanto - 22 Februari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Kondisi Gunung Merapi hari ini adalah 46 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-70 mm dan lama gempa 11-143 detik.
tirto.id - Situasi Gunung Merapi pada hari ini, Senin 22 Februari 2021 dari pukul 12.00 sampai dengan 18.00 WIB, terjadi 46 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-70 mm dan lama gempa 11-143 detik.

Berdasarkan pengamatan visual, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 50 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah timur laut.

Sementara potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.


Aktivitas Gunung Merapi


Periode pengamatan, 22 Februari 2021 pukul 12.00-18.00 WIB

Gunung Api Merapi terletak di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl.

Pengamatan Visual

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 50 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah timur laut.

Klimatologi

Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah timur laut. Suhu udara sekitar 17-25°C. Kelembaban 57-79 persen. Tekanan udara 834-945 mmHg.


Pengamatan Kegempaan

- 46 kali gempa Guguran dengan amplitudo 3-70 mm dan lama gempa 11-143 detik.
- 2 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 4-10 mm, dan lama gempa 14-20 detik.

Rekomendasi

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

4. Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

5. Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto

Fotografer:Agung DH
DarkLight