K-Pop Kini: Idola yang Berpacaran Tak Lagi Dianggap Skandal

Oleh: Aditya Widya Putri - 4 Januari 2019
Dibaca Normal 2 menit
Dulu, manajemen artis di Korea banyak yang menerapkan larangan berpacaran bagi para artisnya.
tirto.id - Dengan setelan baju hangat, kupluk, dan balutan syal menutup hampir setengah muka, Kai EXO dan Jennie BLACKPINK tertangkap media korea Dispatch kala sedang masuk dalam satu mobil. Mereka juga terlihat berjalan-jalan di sebuah taman, masih dengan setelan yang sama. Kedua idola yang sedang naik daun ini dinobatkan sebagai pasangan awal tahun Dispatch.

Tepat pada 1 Januari, foto-foto kebersamaan Kai dan Jennie dirilis. Dispatch memberi keterangan bahwa gambar tersebut diambil pada satu hari di bulan November tengah malam. SM Entertainment, agensi yang menaungi Kai, langsung mengonfirmasi kebenaran berita tersebut. YG Entertaiment yang menaungi Jennie, meski mulanya mengaku tidak mengetahui rumor tersebut dan berniat melakukan penyelidikan, akhirnya juga mengafirmasi hal yang sama.

“Kai dan Jennie saling menyukai,” demikian pernyataan SM, seperti dilansir Soompi.

“Kami berada pada pernyataan yang sama dengan SM,” YG membenarkan.

Setelah kedua agensi mengiyakan kabar kencan kedua idola ini, para penggemar mulai berspekulasi tentang hubungan mereka. Jennie dan Kai diduga telah berkencan sejak Oktober 2018. Hal itu terlihat dari unggahan menara Eiffel pada Instagram keduanya di tanggal 3 Oktober. Dalam keterangan gambarnya, Jennie mengungkapkan kebahagiaannya bisa makan malam romantis di Eiffel. Kembali Dispatch menyatakan bahwa beberapa foto yang diunggah Kai diambil oleh Jennie.

Dispatch adalah salah satu media di Korea Selatan yang terkenal berani membongkar ragam "skandal" selebritas Korea, termasuk rumor-rumor kencan. Biasanya mereka akan mengambil gambar selebritas dari jarak jauh dan mengonfirmasi gambar tersebut kepada agensi. Dalam industri hiburan di negeri ginseng ini, selebritas yang melakukan kencan, terutama para idola, bisa dianggap melakukan skandal.


Para penggemar tak segan melakukan penolakan ekstrem pada idola yang berkencan. Zico dari boy group Block B dan Seolhyun dari girl group AOA contohnya. Mereka bubar setelah enam bulan berkencan karena penggemar Zico terus-terusan menyerang Seolhyun.

Contoh serangan lain terjadi pada penampilan Girls Generation di salah satu ajang musik terbesar di Korea: para penonton melakukan aksi diam selama 10 menit. Mereka tidak menyalakan lightstick dan menolak bernyanyi bersama untuk memprotes kedekatan anggota Girls Generation dengan Super Junior.

Walhasil, banyak selebritas memilih menjaga privasi mereka dengan ketat. Malah ada beberapa agensi yang menerapkan klausul pelarangan kencan pada kontrak artisnya. Bernie Cho, seorang eksekutif di industri musik Korea menyebut selebritas sebagai investasi agensi. Mereka tidak berdiri secara individu melainkan membawa nama besar grup bahkan agensinya. Segala hal yang dilakukan memiliki dampak besar bagi keuangan perusahaan.

“Perusahaan musik Korea juga memperdagangkan saham di bursa efek. Berita yang sensasional bisa menjadi pukulan serius bagi mereka,” kata Cho, seperti dikutip CNN.

Pergeseran Budaya

Karakteristik K-Pop yang sukses membangun basis penggemar Internasional diduga menjadi akar reaksi posesif penggemar terhadap idolanya. Jenna Gibson, pakar kebudayaan Korea dari Universitas Chicago, menyatakan kepada CNN bahwa kondisi tersebut merupakan buah dari loyalitas penggemar. Mereka seringkali membayar promosi, iklan, bahkan menjamu idolanya secara swadaya sehingga memunculkan pemahaman bahwa harus ada imbal balik atas investasi uang dan waktu yang mereka keluarkan.

“Penggemar jadi berpikir mereka berhak mengatur atau berpendapat tentang tindakan dan kehidupan pribadi idolanya,” kata Gibson.


Namun, belakangan ini demografi penggemar K-Pop berubah menjadi lebih global. Basis penggemar mereka meluas bahkan hingga ke belahan Eropa. Kelompok penggemar ini menentang budaya pengekangan terhadap kehidupan pribadi idolanya. Pergeseran kebiasaan ini terlihat dari kasus Hyuna dan E'Dawn Pentagon pada September 2018 lalu.

Infografik Skandal pacaran artis korea
Infografik Skandal pacaran artis korea


Kedua idola yang bernaung di agensi Cube Entertaiment ini dipecat sepihak karena berkencan. Cube menganggap Hyuna dan E'Dawn telah merusak kepercayaan agensi sehingga harus diganjar sanksi serius. Namun, dilansir Rolling Stone, penggemar justru menggalang dukungan bagi Hyuna dan E'Dawn sehingga beberapa jam setelah pengumuman pemecatan, Cube menyatakan keputusan tersebut belum final.

“Harga saham Cube turun 7,91 persen,” tulis Rolling Stone, menanggapi dampak reaksi Cube terhadap artisnya. Petisi dukungan kepada E'Dawn dan Hyuna menarik 90 ribu tanda tangan dari seluruh penggemar internasional.


Meski pada akhirnya Hyuna dan E'Dawn tetap putus kontrak, Gibson menyebut gelombang dukungan tersebut sebagai bukti perubahan sikap fans K-Pop. Kondisi itu didorong oleh kesadaran dan empati terhadap jadwal kerja dan kontrol ketat yang harus dijalankan selebritas Korea. Penggemar saat ini lebih bisa bereaksi positif ketika para selebritas dan manajemen bersikap terbuka dan tidak menempatkan relasi pribadi sebagai masalah besar.

“Bahkan jikapun ada penggemar hardcore, mereka akan mereda seiring waktu. Situasi sekarang jauh lebih baik dari lima tahun lalu.”

Agaknya SM Entertaiment dan YG Entertaiment menangkap perubahan ini dan tidak mengikuti jejak Cube Entertaiment. Mereka harus beradaptasi dan menempatkan artisnya lebih manusiawi, jika tak ingin mendapat pukulan balik dari basis penggemar internasionalnya.

Baca juga artikel terkait KPOP atau tulisan menarik lainnya Aditya Widya Putri
(tirto.id - Gaya Hidup)


Penulis: Aditya Widya Putri
Editor: Maulida Sri Handayani