Jumlah Pengungsi Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah 61.867 Orang

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 2 Oktober 2018
BNPB mencatat korban luka berat sebanyak 799 jiwa, 99 orang dinyatakan hilang, dan 153 orang tertimbun puing-puing bangunan.
tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah pengungsi akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah mencapai 61.867 orang pada Selasa (2/10/2018). Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebut para pengungsi itu tersebar di 109 titik pengungsian.

"Sebanyak 61.867 pengungsi tersebar di 109 titik pengungsian dengan jumlah bervariasi mulai dari belasan hingga ribuan," kata Sutopo dalam jumpa pers terkait gempa dan tsunami Sulawesi Tengah di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (2/10), seperti dikutip Antara.

Menurut Sutopo, terdapat korban luka berat sebanyak 799 jiwa, 99 orang dinyatakan hilang, 153 orang tertimbun puing-puing bangunan, dan 65.733 unit rumah rusak.

Penanganan pengungsi belum bisa melayani semua kebutuhan dasar karena keterbatasan yang ada di wilayah pengungsian. Logistik dan BBM untuk distribusi bantuan serta personel sangat terbatas dan belum bisa menjangkau seluruh wilayah bencana.

Sementara itu jumlah korban meninggal dunia sebanyak 1.234 jiwa per Selasa (2/10) siang. Korban meninggal mulai dimakamkan massal hari ini.

"Perkembangan darurat bencana gempa dan tsunami per hari Selasa, pukul 13.00 WIB, adalah 1.234 orang meninggal," ujar Sutopo.

Korban meninggal berasal dari Palu, Donggala, Sigi, Parigi, dan Muntoung. Menurut Sutopo, proses identifikasi sulit dilakukan karena jenazah langsung dibawa ke rumah sakit di Palu.

Gempa bumi berkekuatan 7,4 SR mengguncang wilayah Palu dan Donggala pada Jumat (28/9) pukul 17.02 WIB. Pusat gempa berkedalaman 10 kilometer itu berada pada 27 kilometer Timur Laut Donggala.

Tsunami terjadi beberapa menit setelah gempa 7,4 SR, yaitu sekitar pukul pukul 17.22 WIB. Berdasar data pantauan BMKG ditambah informasi dari saksi lapangan, ketinggian tsunami mencapai 1,5 meter.

Sementara di pesisir Mamuju tinggi kenaikan air mencapai 6 cm. Setelah tsunami surut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kemudian mencabut peringatan dini tsunami pada Jumat (28/9) pukul 17.36 WIB.


Baca juga artikel terkait GEMPA PALU DAN DONGGALA atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Haris Prabowo
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Dipna Videlia Putsanra