Jumlah Pengangguran Indonesia 2016 Capai 7,02 Juta Orang

Oleh: Agung DH - 24 Oktober 2016
Jumlah pengangguran di Indonesia pada 2016 dinilai mencapai titik terendah sejak 1998. Kementerian Ketenagakerjaan mencatat jumlah pengangguran pada 2016 mencapai 5,5 persen atau sekitar 7,02 juta orang atau lebih rendah dibanding 2015 yakni sebesar 5,81 atau setara dengan 7,45 juta orang.
tirto.id - Jumlah pengangguran di Indonesia pada 2016 dinilai mencapai titik terendah sejak 1998. Kementerian Ketenagakerjaan mencatat jumlah pengangguran pada 2016 mencapai 5,5 persen atau sekitar 7,02 juta orang atau lebih rendah dibanding 2015 yakni sebesar 5,81 atau setara dengan 7,45 juta orang.

Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dhakiri, memaparkan data tersebut di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/10/2016) saat menyampaikan paparan Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-JK bersama sejumlah menteri Kabinet Kerja dengan dimoderatori Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki, dan Staf Khusus Presiden, Johan Budi.

"Untuk teman-teman ketahui bahwa ini adalah angka pengangguran terendah sejak Era Reformasi 1999. Jadi angka pengangguran tahun ini adalah yang terendah," katanya.

Menurut Dhakiri keberhasilan itu dicapai berkat upaya pemerintah yang gencar meningkatkan kualitas SDM karena angkatan kerja Indonesia masih rendah kompetensinya.

Data Sakernas BPS Februari 2016 mencatat angkatan kerja Indonesia mencapai 127,67 juta jiwa dimana sekitar 60,38 persen adalah lulusan SMP ke bawah.

Bahkan jika dijumlahkan dengan angkatan kerja berpendidikan hingga SMA, persentasenya 77,81 persen.

Dia juga menyampaikan upaya pengembangan pendidikan kejuruan yang mereka tempuh bersama Kadin.

"Pendidikan kejuruan, fungsinya melibatkan dunia usaha dalam investasi SDM melalui pendidikan dan pelatihan kerja. Per hari ini sudah 2.650 perusahaan terlibat dalam pendidikan vokasi," kata Dhakiri.

Pada 2014 lalu Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 7,24 juta orang belum tertampung oleh pasar kerja sampai Agustus 2014. Sementara tingkat pengangguran terbuka sekitar 5,94 persen dari angkatan kerja yang berjumlah 121,87 juta orang.

Angka tersebut meningkat dibandingkan Februari 2014 yang tercatat 7,15 juta orang, namun menurun bila dibandingkan dengan Agustus 2013 yang tercatat sebesar 7,41 juta orang penganggur.

"Agustus berdekatan dengan periode tamat sekolah. Ada penduduk yang belum lanjut bekerja atau tidak melanjutkan sekolah, sehingga terhitung penganggur," kata Suryamin, Kepala BPS saat itu.

Baca juga artikel terkait PENGANGGURAN atau tulisan menarik lainnya Agung DH
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Agung DH
Penulis: Agung DH
Editor: Agung DH
DarkLight