Jumlah Jenis Pajak yang Dibayar di Indonesia Paling Banyak di ASEAN

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 16 Oktober 2019
Legatum Institute (LI) menyatakan jumlah pajak yang harus dibayarkan di Indonesia terbanyak di antara negara dunia terutama ASEAN. Riset LI mendapati ada 43 jenis pajak yang harus dibayarkan dalam setahun.
tirto.id - Legatum Institute (LI) menyatakan jumlah pajak yang harus dibayarkan di Indonesia terbanyak di antara negara dunia terutama ASEAN. Riset LI mendapati ada 43 jenis pajak yang harus dibayarkan dalam setahun.

Jumlah pajak ini sebenarnya sudah turun sejak 2009 yang kala itu berjumlah 65. Namun data World Bank Doing Business 2019 yang menjadi dasar riset LI menunjukan bahwa penurunan jumlah jenis pajak yang dibayar itu itu belum seberapa.

"Jumlah [jenis] pajak yang harus dibayarkan per tahun sudah turun dari 65 ke 43 sejak 2009. Namun tetap buruk di antara negara-negara ASEAN lainnya," sebut laporan LI bertajuk Economic Openness: Indonesia Case Study yang terbit 9 Oktober 2019 lalu.

Singapura misalnya memiliki jumlah pajak paling sedikit yakni 5 jenis . Jumlah ini diikuti oleh Malaysia 8 jenis, Vietnam 10 jenis, Filipina 14 jenis, Thailand 21 jenis, Myanmar 31 jenis, dan Kamboja 40 jenis. Bahkan India yang sesama Asia jumlahnya pajaknya lebih sedikit yaitu 11 jenis.

Kendati demikian, LI mencatat bahwa Indonesia masih relatif unggul dalam waktu membayar pajak. Lama waktu itu kini berada di kisaran 208 jam per tahun dari sebelumnya sempat menyentuh 259 jam per tahun.

Capaian Indonesia ini juga setara dengan negara lainnya seperti Cina di angka 207 jam per tahun atau lebih baik dari India yang mencapai 216 jam per tahun.

Meski begitu, Indonesia masih dipandang sebagai negara dengan sistem finansial yang kompleks. Salah satunya terlihat dari kurang mudahnya pengusaha untuk mengurus pajak, menyelesaikan laporan dan mengelola akun pajak perusahaan.

"Menurut Financial Complexity Index, Indonesia berada di rangking 46 sebagai negara yang paling kompleks sistem keuangannya," ucap laporan itu.


Baca juga artikel terkait PAJAK atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Ringkang Gumiwang
DarkLight