Jokowi: Tol Pekanbaru-Dumai Efisiensikan Distribusi, Termasuk Sawit

Oleh: Andrian Pratama Taher - 25 September 2020
Adanya jalan tol Pekanbaru-Dumai kata Jokowi akan mempercepat distribusi barang, misalnya pengangkutan hasil perkebunan sawit.
tirto.id - Presiden Joko Widodo mengklaim kehadiran Tol Pekanbaru-Dumai bisa mempersingkat jarak dan waktu dibandingkan melalui jalur biasa. Masyarakat yang sebelumnya harus menempuh 200 kilometer dengan jalan nasional, kini terpangkas menjadi 131,5 kilometer melalui jalan tol.

Ruas tol Pekanbaru-Dumai merupakan jalan tol pertama di Provinsi Riau yang terdiri atas 6 seksi dan mulai dibangun sejak pertengahan 2017 lalu.

Adanya jalan tol Pekanbaru-Dumai kata Jokowi juga akan mempercepat distribusi barang, misalnya pengangkutan hasil perkebunan sawit.

"Dengan kondisi ini, truk-truk pengangkut sawit, pengangkut minyak, angkutan logistik, angkutan penumpang akan lebih efisien dari segi waktu," kata Jokowi dala sambutan peresmian tol Pekanbaru-Dumai secara daring, Jumat (25/9/2020).

Jokowi mengklaim kalau sejumlah pengusaha tertarik untuk mengembangkan bisnisnya di dekat tol baru.

"Saya mendapatkan laporan bahwa keberadaan jalan tol ini, sudah mengundang minat investasi untuk megembangkan usaha di sekitar jalur tol ini," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, investor tertarik untuk membuka kawasan industri di pinggir tol maupun pariwisata. Hal tersebut, kata Jokowi bisa membuka lapangan pekerjaan baru dan menimbulkan sentra ekonomi baru di sekitar tol.

"Tentu akan meningkatkan aktivitas perekonomian wilayah, dan sekali lagi membuka lapangan kerja yang lebih banyak lagi bagi anak muda kita," kata Jokowi.

Jokowi pun menitipkan kepada pemerintah daerah dan masyarakat Dumai agar memanfaatkan tol ini. Ia berharap tol tersebut bisa menjadi modal untuk meningkatkan peluang usaha dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.



Baca juga artikel terkait TOL PEKANBARU-DUMAI atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Bayu Septianto
DarkLight