Jokowi Tinjau Kesiapan Pelaksanaan MotoGP 2022 Mandalika

Oleh: Andrian Pratama Taher - 13 Januari 2022
Dibaca Normal 1 menit
Usai meninjau kesiapan pelaksanaan MotoGP 2022 Mandalika, Jokowi nilai tahap pelaksanaan pemeriksaan berjalan baik sesuai prokes.
tirto.id - Presiden Joko Widodo meninjau langsung kesiapan pelaksanaan MotoGP 2022 di Lombok, NTB, Kamis (13/1/2022). Saat peninjauan di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjdi, Jokowi didampingi Gubernur NTB Zulkieflimansyah.

Jokowi yang mengenakan jaket edisi terbatas G20 sempat berbincang dengan petugas bandara untuk memastikan pelaksanaan penerapan protokol kesehatan maupun fasilitas. Usai melakukan peninjauan, Jokowi menilai tahap pelaksanaan pemeriksaan berjalan baik sesuai protokol kesehatan.

“Tadi saya cek langsung kedatangan di bandara, kemudian proses yang ada di dalam bandara. Saya lihat semuanya yang berkaitan dengan protokol kesehatan, yang terkait dengan cek untuk PCR, cek bahwa sudah vaksin dua kali, semuanya urut-urutannya sudah bagus,” ucap Jokowi berdasarkan keterangan pers dari Biro Pers dan Media Istana, Kamis (13/1/2022).

Komandan Lapangan MotoGP Mandalika 2022 Marsekal (purn) Hadi Tjahjanto menjelaskan pemerintah terus memantapkan persiapan pelaksanaan MotoGP 2022 setelah pelaksanaan evaluasi pelaksanaan WBSK 2021.

“Kesiapan MotoGP 2022 memang ada beberapa isu hasil kajian WBSK tahun 2021. Di antaranya adalah pembenahan infrastruktur," kata Hadi dalam keterangan, Kamis.

Hadi menuturkan, pembenahan infrastruktur berupa jalan, yakni jalan dari Bandara Internasional Lombok hingga ke bypass Mandalika dan ke arah sirkuit. Pemerintah akan melakukan beautifikasi di daerah tersebut termasuk rumah-rumah warga. Perbaikan rumah warga merupakan salah satu bagian program dari Kementerian PUPR.

Sementara itu, di wilayah Sirkuit Mandalika, pemerintah membenahi tier satu yang menjadi lokasi paddock, pembenahan tier 2 di area sirkuit serta tier 3 di stand khusus penonton dengan konsep grand stand.

"Dari grand stand nanti akan kita tempatkan di sekitar tempat-tempat yang dianggap view-nya bagus untuk penonton," kata Hadi.

Dukungan lain yang menjadi perhatian adalah soal akomodasi. Saat ini, akomodasi yang mampu ditampung di Lombok hanya 16 ribu. Angka ini jauh lebih rendah dari angka penjualan tiket yang mencapai 63.500 tiket. Pemerintah akan mendongkrak akomodasi hingga sesuai dengan angka tiket yang dijual.

Mantan panglima TNI ini mengaku sudah ada beberapa opsi untuk meningkatkan akomodasi. Pertama, mereka bekerja sama dengan pihak Pelni dan Kementrian Perhubungan untuk membantu akomodasi laut. Kemudian, pemerintah juga memanfaatkan 700 kapal pinisi yang ada sebagai akomodasi. Dari kapal pinisi tersebut, pemerintah memprediksi ada penambahan 3.500 kamar akomodasi jika per kapal pinisi ada 5 kamar.

Lalu, pemerintah juga mendorong pembangunan sarana hunian pariwisata (sarhunta) khusus Mandalika. Saat ini ada 300 sarhunta dengan catatan 50 lokasi sudah mendapat sertifikat CHSE sementara 98 lokasi lain bertempat di Tigagili.

Terakhir, soal transportasi, pemerintah lewat Kementerian Perhubungan akan membuat shuttle bus. Shuttle bus ini diharapkan akan memudahkan penonton untuk ke sirkuit Mandalika. Selain itu, frekuensi penerbangan dari Jakarta, Surabaya, Bali maupun Makassar akan ditambah demi memudahkan penonton untuk datang ke Mandalika.

Hadi mengaku, semua isu tersebut masih mampu dikelola tim dengan baik. Namun mereka terus berkoordinasi agar masalah tersebut bisa ditangani dengan baik.

“Sejauh ini belum ada kendala. Namun kita terus berkoordinasi. Isu-isu yang tadi saya sampaikan ini itu bisa segera diselesaikan sehingga nantinya menjelang maret semuanya sudah selesai. Itu harapan kita," kata Hadi.


Baca juga artikel terkait MOTOGP MANDALIKA atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Abdul Aziz
DarkLight