Jokowi Targetkan Ekonomi Tumbuh 7% Kuartal II-2021

Oleh: Andrian Pratama Taher - 29 April 2021
Dibaca Normal 1 menit
Ekonomi pada kuartal II-2021 ditargetkan bisa mencapai 7 persen dengan syarat pandemi bisa dikendalikan.
tirto.id - Presiden Jokowi menargetkan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tahun 2021 mencapai 7 persen. Apabila mencapai sekitar 7 persen di kuartal kedua, Jokowi optimis target nasional di tahun 2021 mencapai 4,5-5,5 persen, dengan syarat COVID-19 bisa ditekan.

"Target kita secara nasional di tahun 2021 ini target pertumbuhan kita 4,5-5,5 persen itu bisa kita capai dan itu dimulai sangat tergantung sekali pada pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2021. Artinya apa? April, Mei, Juni ini sangat-sangat menentukan," kata Jokowi saat memberikan pengarahan kepada para kepala daerah di Jakarta secara daring, Rabu (28/4/2021).

"Kalau kita bisa menekan Covid-nya, tanpa membuat guncangan di ekonomi ini lah keberhasilan dan target kita kurang lebih 7 persen harus tercapai. Kalau itu bisa tercapai, Insya Allah kita pada kuartal berikutnya akan lebih memudahkan," lanjut Jokowi.

Jokowi mengklaim, pertumbuhan ekonomi saat ini sudah berangsur normal. Beberapa indikator mengonfirmasi hal itu. Salah satunya adalah Purchasing Manager Index yang berada di angka 53,2 atau lebih tinggi daripada saat normal yakni 51. Kemudian, konsumsi listrik sudah naik merangkak tumbuh 3,3 persen dari sebelumnya mengalami kontraksi. Hampir semua sektor mengalami kenaikan konsumsi listrik mulai dari rumah tangga, industri hingga pemerintahan.

Mantan Walikota Solo itu juga melihat angka impor barang modal sudah naik 33,7 persen dari sebelumnya minus. Angka keyakinan konsumen juga mengalami naik ke angka 93 dari 84,9-85,8. Lalu, indeks penjualan ritel naik 182,3 persen pada maret.

"Artinya ada demand di situ, ada permintaan di situ. Ada belanja di situ. Ada konsumsi. Kelihatan di indeks penjualan ritel," kata Jokowi.

Kepada para kepala daerah, Jokowi meminta agar APBD segera dibelanjakan untuk membantu mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia mencatat, daerah belum optimal dalam membelanjakan anggaran. Berdasarkan data yang diterima Jokowi, belanja modal daerah baru belanja pegawai dengan angka 63 persen. Sementara itu, belanja modal masih 5 persen. Ia kembali mengingatkan agar uang segera dibelanjakan, bukan disimpan di bank.

"Hati-hati, akhir Maret saya lihat di perbankan daerah ada Rp 182 triliun. Tidak semakin turun, semakin naik. Naik 11,2 persen. Artinya tidak segera dibelanjakan, gimana pertumbuhan ekonomi daerah mau naik kalau uangnya disimpan di bank?" kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga meminta agar daerah segera mencairkan dana bantuan sosial, bantuan UMKM, bantuan langsung tunai (BLT) desa. Pencairan dana perlu dilakukan cepat agar masyarakat bisa belanja. Ia melihat masih ada daerah yang belum mencairkan dana tersebut. Sebagai contoh, per April 2021, total dana desa yang cair baru 32 persen atau sekitar Rp1,5 triliun. Ia mendorong agar semua bantuan agar segera dicairkan.

"Sore ini saya ingatkan kembali karena itu penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Kalau daerah ada pertumbuhan ekonomi, secara agregat akan jadi pertumbuhan ekonomi nasional," kata Jokowi.

Sebagai catatan, pemerintah memang menargetkan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua mencapai 6,7 persen. Pemerintah akan menggunakan momentum Hari Raya Idul Fitri sebagai upaya memenuhi target tersebut.

“Momentum yang digunakan untuk pertumbuhan tersebut adalah Ramadan dan Idul Fitri,” ucap Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam keterangan tertulis, Minggu (11/4/2021).

Menurut Susi target pertumbuhan ekonomi Q2 2021 sebesar 6,7 persen ini harus tercapai. Pasalnya pemerintah harus mampu menambal pertumbuhan Q1 2021 yang masih tersungkur di zona negatif. Jika pertumbuhan ekonomi di angka 6,7 persen tidak tercapai, pemerintah akan kesulitan untuk mengejar target pertumbuhan tahunan 5 persen.


Baca juga artikel terkait PERTUMBUHAN EKONOMI atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti
DarkLight