Vaksinasi COVID-19

Jokowi Targetkan 7,5 Juta Warga DKI Selesai Divaksin Agustus 2021

Oleh: Andrian Pratama Taher - 14 Juni 2021
Dibaca Normal 1 menit
Presiden Jokowi menyinggung agar 7,5 juta warga DKI harus sudah divaksinasi akhir Agustus 2021 demi mencapai kekebalan komunal di Jakarta.
tirto.id - Presiden Jokowi melakukan rangkaian peninjauan proses vaksinasi massal, Senin (14/6/2021). Setidaknya ada 3 lokasi yang dipantau mantan Wali Kota Surakarta itu yakni vaksinasi massal di Stadion Patriot Chandrabaga, Kota Bekasi; vaksinasi massal di daerah Waduk Pluit, Jakarta; dan vaksinasi massal di rumah susun Tanah Tinggi, Jakarta.

Jokowi pun menyampaikan keinginan DKI Jakarta mencapai herd immunity pada Agustus 2021 dengan total 7,5 juta orang warga DKI Jakarta tervaksinasi.

Dalam peninjauan di stadion Patriot, Jokowi meninjau pelaksanaan vaksinasi massal bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Usai pemantauan, Jokowi menilai, Proses vaksinasi dengan lapangan sepak bola bisa mencakup banyak jumlah dan layak ditiru. Sebab, vaksinasi di Stadion Patriot diklaim mencapai 10 ribu orang berdasarkan laporan yang diterima Jokowi.

"Kita berharap dengan model yang seperti yang ada di Bekasi ini, bisa diterapkan di kota dan kabupaten yang lain sehingga vaksinasi berlangsung dalam jumlah yang banyak," kata Jokowi di Stadion Patriot, Bekasi, Senin (14/6/2021).

"Di sini, Pak Wali Kota tadi menyampaikan sehari bisa 10.000 dan kita harapkan segera bisa mencapai kekebalan komunal, herd immunity dan kita berharap penyebaran COVID-19 bisa kita hambat penyebarannya," tutur Jokowi.

Sementara itu, dalam peninjauan di Waduk Pluit, Jokowi melihat sekitar 5 ribu orang divaksin massal. Ia pun ingin DKI Jakarta bisa mulai vaksinasi massal dengan capaian 100 ribu vaksin per hari.

"Kita harapkan DKI jakarta mulai minggu depan, satu hari target yang kita berikan 100 ribu bisa dicapai," Kata Jokowi di Waduk Pluit, Jakarta, Senin.

Jokowi beralasan, pemerintah ingin agar kekebalan komunal bisa diperoleh secepatnya. Ia pun menargetkan DKI Jakarta sudah mencapai herd immunity pada Agustus 2021 demi menekan COVID-19.

"Kita harapkan dengan jumlah yang tadi sudah kita targetkan, di bulan Agustus sudah bisa mencapai kekebalan komunal," kata Jokowi.

"Saya tadi sudah berbicara dengan Menkes dan Gubernur DKI jakarta untuk manajemen pelaksanaannya, persiapan jumlah vaksinnya, dari hitung-hitungannya insya Allah semuanya lancar," kata Jokowi.

Pernyataan target kembali diucapkan Jokowi saat peninjauan vaksinasi di Tanah Tinggi, Jakarta. Jokowi juga menyinggung agar 7,5 juta warga DKI harus sudah divaksinasi akhir Agustus 2021 demi mencapai kekebalan komunal di Jakarta.

"Saya juga tadi telah menyampaikan kepada Gubernur DKI untuk nanti di akhir Agustus, target 7,5 juta penduduk di Jakarta harus sudah tervaksinasi. Ini memang target yang sangat ambisius, tetapi mau tidak mau kita harus menuju ke sana untuk mencapai kekebalan komunal, herd immunity," tegas Jokowi di Rusun Tanah Tinggi, Jakarta, Senin.

Di saat yang sama, Jokowi mengaku peninjauan di Rusun Tanah Tinggi dalam rangka memantau proses vaksinasi di wilayah padat interaksi. Ia mengaku khawatir penyebaran COVID-19 di daerah padat penduduk seperti Tanah Tinggi.

"Bayangkan kalau di Rusun ini 1 saja ada yang yang terkena, menyebarnya akan cepat sekali. Sehingga vaksinasi sangat diperlukan di kawasan ini," kata Jokowi saat peninjauan vaksinasi di Rusun Tanah Tinggi, Jakarta, Senin.

Jokowi pun berharap, semua pihak, baik pejabat walikota hingga kelurahan serta puskesmas dan rumah sakit Jakarta untuk bekerja keras memenuhi target herd immmnuity pada Agustus 2021.

Ia mengingatkan, "DKI ini juga sama, interaksi antaranggota masyarakat tinggi, mobilitas masyarakatnya juga tinggi sehingga kecepatan vaksinasi sangat menentukan sekali penyebaran COVID-19," tegas Jokowi.


Baca juga artikel terkait VAKSINASI MASSAL atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Maya Saputri
DarkLight