Menuju konten utama
Rapim Kementerian Pertahanan

Jokowi Singgung Kewaspadaan 2023 & Beri Nama Mobil Buatan Pindad

Jokowi ingin Kementerian Pertahanan menjadi pusat komando atau orkestrator dalam masalah pertahanan.

Jokowi Singgung Kewaspadaan 2023 & Beri Nama Mobil Buatan Pindad
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato pengantar dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (16/1/2023).ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa.

tirto.id - Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan dalam rapat pimpinan atau rapim Kementerian Pertahanan, di Jakarta Pusat, Rabu (18/1/2023). Jokowi juga memberi nama kendaraan buatan PT Pindad dengan nama Maung.

Dalam pantauan, Jokowi tiba di Kemenhan sekitar pukul 08.46 WIB. Ia disambut langsung oleh Wakil Menteri Pertahanan Herindra, Kepala BIN Jenderal (hor) Budi Gunawan, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan para kepala staf. Jokowi ditemani oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan mengikuti upacara jajar kehormatan sebentar sebelum memberikan pengarahan.

Acara pengarahan dilakukan secara tertutup dari 08.50 WIB hingga sekitar pukul 09.20 WIB. Jokowi terlihat disupiri oleh Prabowo dengan mobil buatan Pindad. Ia pun sempat meninjau sejumlah alutsista dalam negeri sebelum meresmikan mobil buatan Pindad dengan nama Maung.

“Bismillahirrohmanirrohim,” kata Jokowi sambil memecahkan kendi sebagai tanda peresmian mobil Maung di kantor Kementerian Pertahanan.

Saat memberikan keterangan, Jokowi mengaku bahwa ia ingin Kementerian Pertahanan menjadi pusat komando atau orkestrator dalam masalah pertahanan.

“Saya menyampaikan pentingnya Kemenhan menjadi orkestrator bagi informasi di semua lini yang kita miliki. Kita kan memiliki informasi intel BIN, informasi intelejen di Polri, di BSSN semuanya itu harus diorkestrasi sehingga menjadi info yang solid,” kata Jokowi saat memberikan keterangan.

Ia menilai, segala informasi yang diberikan penting dalam membuat kebijakan. “Tiap info diberikan ke kita untuk membangun sebuah kebijakan, sebuah policy kebijakan,” kata Jokowi.

Jokowi juga menyampaikan bahwa nama kendaraan yang diresmikan adalah Maung. Akan tetapi, ia menyerahkan alasan penamaan kendaraan kepada Prabowo.

Sementara itu, Prabowo menuturkan, Jokowi menyampaikan sejumlah hal dalam rapat. Ia menceritakan bahwa rapat membahas soal kondisi dunia dan pentingnya kesiapan pemerintah dalam menghadapi masalah dunia.

“Presiden menggambarkan situasi dunia yang penuh ketidakpastian, juga kita harus siap menghadapi segala kemungkinan dan pengakuan Indonesia, prestasi Indonesia,” kata Prabowo usai mengantar kepergian Jokowi.

Prabowo menjelaskan, Jokowi menceritakan soal kondisi ekonomi Indonesia yang terkendali, upaya penanganan COVID-19 hingga kondisi ekonomi yang positif. Ia mengaku Jokowi ingin agar Indonesia tetap waspada.

“Kita harus waspada. Itu instruksi beliau harus waspada, untuk itu kita harus kerja sinergis, kita harus bekerja sama semua unsur kita dan beliau minta Kementerian Pertahanan untuk menjadi semacam koordinator supaya Indonesia selalu antisipasi dan tidak mendadak,” kata Prabowo.

Prabowo juga menuturkan, rapat pimpinan TNI kali ini akan penyampaian doktrin-doktrin dokumen strategis kebijakan umum pertahanan negara, strategi negara, dan pembangunan kekuatan. Rumusan tersebut dilakukan Kementerian Pertahanan dan diserahkan kepada Panglima TNI, para kepala staf dan jajaran terkait.

Saat disinggung soal kemungkinan pemenuhan Minimum Essential Force (MEF) 2024 yang haru 70 persen, Prabowo menegaskan, Indonesia sebelumnya fokus pada upaya penanganan pandemi dalam 2-3 tahun terakhir.

“Ancaman pandemi COVID-19 begitu luar biasa di mana pemerintah fokusnya adalah melindungi rakyat. Jadi anggaran-anggaran kita fokus kepada mengatasi COVID-19. Jadi kalau masalah alutsista tertunda, itu kita harus menghadapinya,” kata Prabowo.

Kini, pemerintah fokus pada masalah ekonomi. Hal itu tidak lepas dari prediksi dunia bahwa sepertiga negara dunia atau sekitar 70 negara diprediksi akan menjadi pasien IMF atau mengarah pada kebangkrutan. Oleh karena itu, Kementerian Pertahanan tidak fokus pada masalah alutsista, tetapi pada upaya menjaga Republik Indonesia dari berbagai hal.

“Jadi masalah kapan tercapainya, pokoknya kita yakin bahwa kita mampu menjaga republik ini. Kita punya kekuatan-kekuatan, ketahanan kita luar biasa. Jadi saya kira soal perlengkapan kita, kemampuan industri dalam negeri luar biasa, kita percaya kepada kekuatan kita sendiri,” kata Prabowo.

Baca juga artikel terkait PERTAHANAN NEGARA atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Hukum
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Abdul Aziz