Jokowi Sindir Polisi di Daerah Sowan ke Ormas Pengganggu Ketertiban

Oleh: Andrian Pratama Taher - 3 Desember 2021
Dibaca Normal 1 menit
Jokowi mengingatkan polisi jangan menggadaikan kewibawaan dengan sowan kepada pelanggar hukum.
tirto.id - Presiden Joko Widodo meminta agar aparat kepolisian untuk tidak kehilangan wibawa dalam bertugas. Ia lantas menyindir para kapolda, kapolres hingga kapolsek yang baru bertugas justru mendatangi kelompok ormas pengganggu keamanan dan ketertiban demi menjaga ketertiban.

“Saya tanya ke kapolres, kenapa bapak melakukan ini? Supaya kotanya kondusif. Tapi apakah cara itu betul?" tanya Jokowi saat memberikan pengarahan pada kepala kesatuan wilayah Polri, di Badung, Bali, Jumat (3/12/2021).

Jokowi menambahkan, “Hati-hati, jangan menggadaikan kewibawaan dengan sowan kepada pelanggar hukum. Banyak ini saya lihat. Saudara-saudara harus memiliki kewibaan. Polri harus memiliki kewibawaan.”

Jokowi juga berpesan agar Polri melindungi dan membantu kelompok lemah dan terpinggirkan. Ia ingin kelompok lemah seperti pedagang kecil dilindungi. Ia beralasan, ketiadaan perlindungan kepada pedagang yang merupakan hal sepele bisa menimbulkan persepsi negatif ke instansi Polri.

“Itu kecil-kecil itu mungkin urusannya bukan kapolres, kapolsek, tapi hati-hati tetap tanggung jawab kapolres, tetap tanggung jawab kapolda yang kecil-kecil seperti ini apalagi kalau sudah dicap diskriminasi terhadap yang lemah. Hati-hati,” kata Jokowi.

Jokowi mengingatkan, tingkat kepercayaan terhadap Polri sudah mencapai 3 besar dengan angka 80 persen. Oleh karena itu, kata dia, aksi pembiaran kepada kelompok kecil dan terpinggirkan bisa mengganggu nilai kepercayaan publik.

“Angka 80 persen itu angka yang sangat besar sekali. Survei baru 3 hari yang lalu saya terima. Hati-hati kepercayaan ini, hati-hati. Tinggi sekali. Naiknya tinggi sekali, tapi hati-hati," tegas Jokowi.



Baca juga artikel terkait POLISI atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Abdul Aziz
DarkLight