Menuju konten utama

Jokowi Sidak Cari Oseltamivir & Favipiravir di Bogor Stok Kosong

Presiden Jokowi sidak mencari obat Oseltamivir dan Favipiravir di sebuah apotek di Kota Bogor dan menemukan stok kosong. 

Jokowi Sidak Cari Oseltamivir & Favipiravir di Bogor Stok Kosong
Presiden Joko Widodo bersiap meninjau vaksinasi COVID-19 di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Kamis (10/6/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.

tirto.id - Presiden Jokowi melakukan inspeksi mendadak (sidak) dengan mengunjungi apotek di daerah Kota Bogor, Jumat (23/7/2021). Jokowi langsung menanyakan kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin setelah menemukan apotek dengan stok obat kosong.

Dalam aksi sidak yang diunggah akun Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (23/7/2021), Jokowi mendatangi salah satu apotek di daerah Kota Bogor. Ia langsung bertanya kepada petugas apotek sejumlah obat yang digunakan untuk pengobatan COVID-19.

"Saya mau ini, apa, mau cari obat antivirus yang oseltamivir," tanya Jokowi dalam video tersebut.

"Oseltamivir sudah kosong, Pak," jawab penjual obat.

Jokowi lantas menanyakan sejumlah merek obat lain seperti Favipiravir serta obat multivitamin D3 dengan kadar 5000. Pihak apotek mengaku tidak ada obat Favipiravir, obat paten pengganti Favipiravir maupun multivitamin D3 dengan kadar 5000. Pihak apotek mengaku hanya memiliki obat multivitamin D3 dengan kadar 1000.

Setelah menemukan kekosongan obat, Jokowi langsung menghubungi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Ia mengeluhkan obat penanganan COVID tidak tersedia di lokasi.

"Pak, saya cari obat antivirus Oseltamivir enggak ada. Cari lagi yang obat antivirus yang Favipiravir juga enggak ada. Kosong. Saya cari obat yang antibiotik Acetromicin juga enggak ada," kata Jokowi kepada Budi via telepon.

Jokowi juga melaporkan ketiadaan multivitamin D3 yang 5000. Ia mengaku hanya mendapat obat multivitamin D3 yang 1000 berbasis zinc. "Jadi yang lain-lain yang obat antivirus, antibiotik enggak ada semuanya," tutur Jokowi.

Budi lantas meminta maaf atas ketiadaan obat-obat tersebut. Ia lantas menanyakan lokasi apotek yang mengalami kelangkaan. Mantan Wakil Menteri BUMN itu pun menjelaskan bahwa obat-obat tersebut ada di lokasi lain berdasarkan hasil pemeriksaan Presiden Jokowi seperti Kimia Farma Tajur Baru sebanyak 4.900, Kimia Farma Juanda 30 ada 4.300 hingga apotek Kimia Farma Semplak, Bogor 4.200. Semua obat tersebut sudah terdata secara daring.

"Itu ada data online yang ada di rumah sakit, nah, itu bisa dilihat by kota segala macam, berikut apoteknya, Kimia Farma, Century, Guardian, K24," kata Budi.

"Di situ ada semuanya?" tanya Jokowi.

"Ada. Online bisa dibaca semua rakyat, Pak," jawab Budi.

Dalam keterangan resmi dari pihak Sekretariat Negara, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah meluncurkan situs https://farmaplus.kemkes.go.id/ untuk memudahkan masyarakat mengecek ketersediaan obat dan vitamin, terutama bagi pasien COVID-19. Situs tersebut mencakup lebih dari 2.100 apotek di seluruh provinsi di Indonesia.

Oleh karena itu, Presiden menyarankan kepada masyarakat yang membutuhkan obat dan vitamin tersebut untuk mengecek terlebih dahulu di https://farmaplus.kemkes.go.id/.

"Anda bisa mengecek ketersediaan obat dan vitamin itu melalui situs https://farmaplus.kemkes.go.id/ yang sekarang mencakup lebih dari 2.100 apotek di seluruh provinsi di Indonesia," ucap Presiden Jokowi dalam akun Instagram @jokowi.

Baca juga artikel terkait OBAT COVID-19 atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Maya Saputri