Jokowi Serahkan Hadiah bagi Atlet Pembawa Medali SEA Games ke-31

Reporter: Andrian Pratama Taher - 13 Jun 2022 11:49 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Jokowi sebut dari 499 atlet yang berangkat ke SEA Games ke-13, 408 atlet memperoleh medali. Artinya 82% atlet membawa medali pulang ke Tanah Air.
tirto.id - Presiden Joko Widodo menyerahkan hadiah kepada para atlet yang berhasil membawa medali emas, perak maupun perunggu dalam gelaran Sea Games ke-31 di Vietnam pada Mei 2022, di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (13/6/2022). Jokowi mengaku senang Indonesia bisa membawa banyak medali meski atlet yang dikirim tidak banyak.

“Pagi hari ini saya bangga, saya senang bahwa dari 499 atlet yang kita kirim ke SEA Games ke-31 di Vietnam sebanyak 408 atlet semuanya memperoleh medali baik emas, perak maupun perunggu," kata Jokowi di halaman Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (13/6/2022).

"Sekali lagi, dari 499 atlet, sebanyak 408 memperoleh medali. Artinya 82 persen atlet yang kita kirimkan membawa medali pulang ke Tanah Air," tegas Jokowi.

Jokowi juga sepakat dengan gagasan penerapan ekosistem baik untuk olahraga akan membawa hasil baik. Ia menyinggung soal prestasi Indonesia saat SEA Games ke-30 di Filipina yang membawa 840 pemain, tapi tidak memberikan hasil optimal.

Jokowi mengutip peringkat medali Indonesia yang pada SEA Games 2015 dan 2017 hanya peringkat kelima, sementara 2019 di peringkat keempat dengan 840 atlet.

Namun, Indonesia bisa menempati peringkat ketiga dengan 499 atlet saja. Ia pun mengaku memberikan total uang apresiasi hingga Rp130,5 miliar untuk atlet serta pelatih dan asisten pelatih senilai Rp32 miliar.

"Semoga ini memberikan inspirasi, memberikan motivasi kepada atlet-atlet yang lain untuk nantinya di ajang internasional apapun bisa mengharumkan nama bangsa dan negara," kata Jokowi.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainuddin Amali menyampaikan, hasil SEA Games ke-31 merupakan tonggak penting Indonesia sebagai dasar penentuan pengiriman kontingen di masa depan.

"SEA Games ke-31 di Vietnam telah menorehkan catatan penting yang bisa kita jadikan dasar penentuan kebijakan olahraga prestasi nasional khsusunya dalam penentuan parameter pengiriman kontingen dalam keikutsertaan indonesia dalam multievent SEA Games, Asian Games dan Olimpiade," kata Amali saat memberikan laporan kepada presiden sebelum pemberian bonus kepada para atlet di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

Amali menuturkan, SEA Games ke-31 menggunakan pendekatan kualitas daripada kuantitas seperti SEA Games ke-30. Mereka mengirim kandidat yang diprediksi bisa menyumbangkan medali serta dipersiapkan untuk ikut event yang lebih tinggi dan kompetitif seperti Asian Games dan Olimpiade.

Pendekatan ini pun dinilai membawa hasil signifikan. Pertama, Indonesia hanya memberangkatkan 499 orang atau turun 40,67 persen dibandingkan SEA Games lalu yang mencapai 841 orang. Akan tetapi, perolehan medali meningkat 20,56 persen dari angka 60,4 persen di SEA Games ke-30 menjadi 80,96 persen di SEA Games ke-31.

Persentase atlet tidak medapat medali menurun dari 39,60 persen menjadi 17,4 persen. Kemudian, peringkat SEA Games Indonesia naik dari peringkat 4 ke peringkat 3 dengan jumlah perolehan medali 241 medali yang terdiri atas 59 emas, 92 perak dan 80 perunggu.

Ia pun mengatakan, langkah tersebut tidak terlepas dari penerapan desain besar olahraga nasional sesuai panduan Peraturan Presiden Nomor 86 tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional. Pemerintah pun sepakat untuk terus melanjutkan konsep DBON untuk menghadapi pentas olahraga besar di masa depan.

"Berdasarkan catatan tersebut di atas, maka kita akan konsisten untuk menerapkan cara penseleksian sebagaimana yang telah dilakukan pada SEA Games ke-31 ini berdasarkan panduan desain besar olahraga nasional atau DBON yang dipayungi oleh Perpres nomor 86 tahun 2021 yakni berdasarkan rekomendasi dari tim review," kata Amali.


Baca juga artikel terkait SEA GAMES 2022 atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Olahraga)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Abdul Aziz

DarkLight