Jokowi Sebut RI Perlu Vaksin COVID 170-180 Juta agar Kembali Normal

Oleh: Andrian Pratama Taher - 30 September 2020
Dibaca Normal 1 menit
Presiden Jokowi menyebutkan penyuntikan vaksin hingga 170-180 juta orang di akhir tahun 2020 agar situasi pandemi COVID-19 menuju normal.
tirto.id - Presiden Jokowi menyebut Indonesia memerlukan penyuntikan hingga 170-180 juta orang di Indonesia. Presiden pun kembali menyinggung rencana penyuntikan vaksin COVID-19 di akhir tahun 2020 atau awal tahun 2021 agar situasi menuju normal.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat membagikan bantuan modal kerja (BMK) di Istana Jakarta, Rabu (30/9/2020).

"Kalau vaksin sudah disuntikkan, artinya situasi akan menuju pada normal kembali. Tapi supaya bapak ibu tahu, yang disuntik itu kurang lebih 170 juta sampai 180 juta, coba butuh berapa bulan," kata Jokowi.

Jokowi meyakinkan warga kalau penyuntikan vaksin akan membuat situasi Indonesia kembali normal, tetapi proses penyuntikan memerlukan waktu terkait jumlah vaksin yang perlu disediakan.

Menurut Jokowi, ada 215 negara mengalami kesulitan selain Indonesia di masa pandemi COVID-19. Kesulitan pun dialami tidak hanya pengusaha kecil, tetapi juga pengusaha besar. Ia menceritakan ada warga yang mungkin omset turun dari Rp1 juta menjadi Rp500 ribu.

Jokowi mengajak masyarakat bersyukur dan berdoa agar pandemi tidak naik. Ia pun meminta doa masyarakat agar pemerintah bisa menjalankan suntik vaksin tahun depan.

"Kita juga wajib bersyukur kehadiran Allah SWT karena ekonomi kita masih bergerak, pandemi juga terus kita tekan agar tidak naik, dan ya ini situasinya memang sebuah situasi yang betul-betul kita hadapi sebagai ujian, cobaan dari Allah SWT, dan kita ambil hikmahnya, moga-moga di akhir tahun atau awal tahun depan vaksinnya sudah mulai disuntikkan," kata Jokowi.

Jokowi bicara vaksin bukan kali pertama. Dalam pembagian modal kerja di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/9/2020) lalu, Presiden Jokowi meminta para pedagang untuk tetap berusaha di masa pandemi hingga vaksin masuk. Ia kembali menyinggung vaksin akan masuk pada Desember 2020 dan Indonesia akan membaik di tahun 2021.

"Dalam kondisi seperti ini yang paling penting sekali lagi semangat kerja jangan turun dan kita harapkan Insyaallah nanti di bulan desember sudah mulai vaksin masuk. Nah, pada kondisi nanti tahun depan sudah agak normal, bapak ibu sekalian jangan sampai kehilangan momentum," kata Jokowi saat membagikan BMK di Bogor, Jawa Barat, Selasa.


Baca juga artikel terkait VAKSIN COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Maya Saputri
DarkLight