Jokowi Sebut Kebiasaan Beli Barang Impor sebagai Tindakan Bodoh

Reporter: Andrian Pratama Taher, tirto.id - 14 Jun 2022 12:11 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Jokowi mengaku geram setelah mendengar ada barang yang dibeli impor, tapi ternyata diproduksi dalam negeri.
tirto.id - Presiden Joko Widodo menyindir pejabat Indonesia bodoh bila menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bernilai Rp2.714 triliun maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp1.197 triliun dengan membeli barang impor. Ia ingatkan pemerintah sudah berupaya mengumpulkan uang dari rakyat secara susah payah, tetapi malah impor.

“Ini APBN loh, ini uang APBD loh. Belinya produk impor, nilai tambahnya yang dapat negara lain, lapangan kerja yang dapat orang lain. Apa nggak bodoh orang kita ini? Oleh sebab itu saya minta APIP, BPKP mengawal serius program ini dan harus berhasil, belanja produk dalam negeri harus berhasil," tegas Jokowi saat Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2022, di Istana Negara, Selasa (14/6/2022).

Jokowi tahu bahwa ada banyak kementerian, lembaga maupun daerah yang enggan membeli produk dalam negeri. Alasan yang dikeluarkan pun beragam mulai dari spek tidak sesuai, kualitas tidak baik maupun alasan lainnya. Ia geram setelah mendengar ada barang yang dibeli impor, tapi ternyata diproduksi dalam negeri.

“Ada 842 produk di dalam e-catalog yang sebetulnya produksi di dalam negerinya itu ada. Untuk apa itu? Coret 842 itu. Drop kalau memang produk di dalam negerinya sudah ada. Untuk apa dipasang di e-catalog? Inilah tugasnya APIP, tugasnya BPKP," kata Jokowi.

Jokowi lantas bercerita soal kunjungan ke Wakatobi beberapa waktu lalu. Kala itu, ia mendengar bahwa pengusaha Wakatobi bisa memproduksi mesin jahit lose feed dengan harga Rp12,8 juta, sementara impor dipatok Rp13 juta. Ia pun meminta agar barang dalam negeri dibeli.

“Apa sih bedanya? Lebih murah jelas. Sudah tutup mata beli yang PDN itu. Enggak ada alasan," tegas Jokowi.

Jokowi juga sempat bercerita soal salah satu BUMN untuk membeli pipa dalam negeri. Akan tetapi, BUMN tersebut mengklaim barang sesuai spesifikasi yang diperlukan harus terpaksa impor. Jokowi kemudian menemukan pabrik yang bisa membuat pipa berbagai ukuran dengan kualitas ekspor ke Jepang, Amerika maupun Eropa.

“Loh...loh...loh... yang orang sana beli produk pipa kita, malah kita beli impor. Ini, kan, sekali lagi kita ini orang pintar-pintar tapi melakukan hal yang sangat bodoh sekali," tutur Jokowi.

"Maaf. Ini yang harus dikawal, yang harus diawasi dan saya minta ini betul-betul berhasil sehingga bisa mentrigger pertumbuhan ekonomi, growth kita menjadi tambah, lapangan kerja kita menjadi semakin banyak," tegas Jokowi.


Baca juga artikel terkait BARANG IMPOR atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Abdul Aziz

DarkLight