Jokowi & PM Singapura Teken Kerja Sama Investasi Hingga Pertahanan

Reporter: Andrian Pratama Taher - 25 Jan 2022 18:05 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Salah satu MoU yang ditandatangani adallah menyepakati wilayah udara Kepulauan Riau dan Kepulauan Natuna kini resmi masuk dalam teritorial Indonesia.
tirto.id - Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di The Sanchaya Resort Bintan, Bintan, Kepulauan Riau, Selasa (25/1/2022). Kedua petinggi negara langsung menyaksikan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait ekonomi, pertahanan, hingga persoalan sumber daya manusia (SDM).

"Pertemuan saya dan PM Lee membahas upaya penguatan kerjasama bilateral di berbagai bidang terutama di bidang ekonomi dan saling bertukar pandangan mengenai berbagai isu di kawasan," kata Jokowi saat memberikan keterangan dari Bintan, Kepulauan Riau, Selasa (25/1/2022).

Setidaknya ada 3 sektor yang menjadi fokus. Di sektor ekonomi, Jokowi mengaku Indonesia mendapatkan investasi lagi dari Singapura. Setelah angka investasi Singapura di Indonesia per Januari-September 2021 tembus 7,3 miliar dollar AS, Indonesia mendapat investasi baru hingga 9,2 milliar dollar AS.

"Pertemuan retreat mencatat adanya investasi baru senilai 9,2 miliar USD antara lain di bidang energi baru terbarukan, di sekitar Batam serta Pulau Sumba dan Manggarai Barat, NTT. serta pembangunan hub logistik di Pelabuhan Tanjung Priok," kata Jokowi.

Jokowi memastikan, Indonesia memprioritaskan investasi di bidang energi hijau dan terbarukan demi mendukung komitmen Indonesia dalam isu iklim investasi hijau. Selain itu, kedua negara juga menandatangani MoU tentang green and circular economy development, hingga perpanjangan 1 tahun local currency bilateral swap agreement dan bilateral repoline.

"Saya juga berharap agar Mou antara Bank Sentral terkait inovasi pembayaran, anti pencucian uang, dan pencegahan pendanaan terorisme dapat segera ditandatangani," kata Jokowi.

Ia pun juga mendukung kebijakan pengakuan vaksin dan penyelarasan interoperabilitas pelacakan dan perlindungan pandemi di kedua negara.

Pemerintah Indonesia dan Singapura juga melakukan penandantangan MoU di sektor politik, hukum dan keamanan (Polhukam). Di sektor Polhukam, Indonesia dan Singapura membangun kesepakatan antara Menko Kemaritiman dan Investasi RI dengan Menteri Koordinasi untuk Keamanan Singapura.

Pemerintah juga sepakat untuk perjanjian lain seperti soal Flight Information Region (FIR), masalah perjanjian ekstradisi, dan komitmen perjanjian pertahanan kedua negara.

"Untuk Perjanjian ekstradisi dalam perjanjian yang baru ini masa retroaktif diperpanjang dari semula 15 tahun, menjadi 18 tahun sesuai dengan pasal 78 KUHP. Sementara dengan penandatanganan perjanjian FIR maka ruang lingkup FIR Jakarta akan melingkupi seluruh wilayah udara teritorial Indonesia terutama di perairan sekitar Kepulauan Riau dan Kepulauan Natuna," kata Jokowi.

Kemudian pemerintah sepakat bekerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia. Pemerintah akan melakukan pengembangan kapasitas food industry 4.0 dan supply chain. Kemudian kedua negara berencana untuk melakukan MoU soal penguatan riset, pengembangan kelembagaan hingga pertukaran mahasiswa demi program Kampus Merdeka Indonesia.

Beberapa menteri yang hadir dalam pertemuan ini yakni Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly. Beberapa menteri pun mewakili Jokowi dan PM Lee dalam proses penandatanganan MoU.

Sementara itu, kehadiran Lee didampingi delegasi Singapura Menteri Senior dan Menteri Koordinator Keamanan Nasional Teo Chee Hean, Menteri Pertahanan Ng Eng Hen, Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Hukum K. Shanmugam, Menteri Transportasi S. Iswaran, serta Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Kedua Perdagangan dan Industri Tan See Leng.


Baca juga artikel terkait KERJA SAMA BILATERAL atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Politik)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Bayu Septianto

DarkLight