Jokowi & PM Baru Australia Perkuat Kerja Sama Sambil Bersepeda

Reporter: Andrian Pratama Taher - 6 Jun 2022 15:09 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Penguatan kerja sama dengan Australia mulai dari perluasan akses ekspor, pengembangan masalah pangan hingga pembangunan Monash University di Indonesia.
tirto.id - Presiden Joko Widodo menginginkan sejumlah penguatan kerja sama dengan pemerintah Australia mulai dari perluasan akses ekspor, pengembangan masalah pangan hingga rencana pembangunan Monash University di Indonesia.

Saat memberikan keterangan pers bersama Perdana Menteri Anthony Albanese di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (6/6/2022), Jokowi mengapresiasi rencana kemitraan infrastruktur dan ketahanan iklim Indonesia. Ia pun mengaku, Indonesia mendapat dana hibah hingga investasi dalam jumlah ratusan juta hingga miliaran dolar Amerika Serikat.

"Saya menyambut baik inisiatif PM Albaneae terkait kemitraan infrastruktur dan ketahanan iklim Republik Indonesia-Australia dengan dana hibah awal sebesar Australian dollar 200 juta. Saya juga menyambut baik komitmen investasi Fortesque metal group di bidang hidropower dan geothermal senilai 10 miliar USD, dan Sun Cable di bidang energi senilai 1,5 miliar US Dollar," kata Jokowi dalam keterangan di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (6/6/2022).

Selain investasi, Jokowi juga meminta sejumlah penguatan kerja sama. Jokowi ingin ada perluasan akses ekspor Indonesia dengan nilai tambah tinggi seperti otomotif dalam ekspor mobil CBU Indonesia. Ia pun secara blak-blakan meminta Australia untuk tetap mempertahankan akses ekspor tersebut.

Kemudian, Jokowi meminta agar implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) untuk ditingkatkan. Jokowi pun secara spesifik meminta kuota working holday visa berada di angka 5.000 peserta per tahun.

Presiden Joko Widodo Bersama PM Australia
Presiden Joko Widodo Bersama PM Australia. foto/Biro Setpres/Laily Rachef


Lalu, Jokowi mengapresiasi rencana kerja sama di bidang pendidikan dan kesehatan. Ia menyambut positif rencana Monash University, salah satu universitas di Australia, membangun kampus di BSD City. Kehadiran Monash University di Indonesia, kata Jokowi diharapkan bisa meningkatkan investasi di bidang pengembangan SDM Indonesia.

"Saya juga mengapresiasi investasi Aspen Medical untuk membangun 23 rumah sakit dan 650 klinik di provinsi Jawa Barat senilai 1 miliar US Dollar selama 20 tahun," kata Jokowi.

Lalu, Jokowi juga mengapresiasi niat Australia untuk memperkuat ketahanan pangan. Ia mengaku pembahasan menyinggung permasalahan rantai pasok gandum serta penguatan kerja sama Indonesia-Australia di bidang pertanian.

"Saya juga menekankan pentingnya MOU pertanian antara kedua negara segera diimplementasikan," tutur Jokowi.

Sebelum melakukan pertemuan bilateral, Jokowi sempat mengajak PM Australia Anthony Albanese bersepeda di Istana Kepresidenan Bogor. Mereka berdua berkeliling menuju Resto Raasaa yang terletak di Kebun Raya Bogor. Kegiatan bersepeda ini dilakukan usai Jokowi dan Albanese menanam pohon di halaman Istana Bogor.

"Karena cuacanya bagus dan naik sepeda ini kan ramah lingkungan, saya kira kita harus memulai menyampaikan pesan betapa pentingnya kendaraan-kendaraan yang ramah lingkungan. Kemudian yang ketiga, ini memang rute yang biasa saya pakai untuk olahraga," ujar Jokowi setibanya di Resto Raasaa.

Uniknya, Jokowi dan Albanese menggunakan sepeda bambu. Sepeda ini merupakan hasil karya Singgih S. Kartono dari Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Albanese bahkan menganggap kegiatan bersepeda bambu dengan Jokowi sebagai kegiatan luar biasa. Ia pun mengaku, Jokowi meminta Albanese untuk membawa sepeda bambu tersebut ke Australia.

"Presiden telah menawarkan kepada saya untuk membawa sepeda itu kembali ke Australia dan Anda akan melihat saya mengendarai sepeda bambu satu-satunya di Canberra. Tapi itu adalah pengalaman yang luar biasa dan setiap kali saya naik sepeda, saya akan ingat persahabatan dengan Presiden Widodo," tutur Albanese.


Baca juga artikel terkait KERJA SAMA INDONESIA-AUSTRALIA atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Bayu Septianto

DarkLight