Jokowi Pilih Zainudin Amali Jadi Menpora, Kok Bukan Erick Thohir?

Oleh: Iswara N Raditya - 24 Oktober 2019
Dibaca Normal 3 menit
Zainudin Amali dipilih Presiden Jokowi jadi Menpora, sedangkan Erick Thohir justru menempati posisi Menteri BUMN.
tirto.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menunjuk Zainudin Amali sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) untuk Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. Sebelumnya, Erick Thohir dan sejumlah nama lain lebih dijagokan untuk menempati posisi itu. Siapa sebenarnya Zainudin Amali dan mengapa bukan Erick Thohir yang dipilih jadi Menpora?

Belum ada keterangan yang cukup menjelaskan dari Jokowi terkait alasan ditunjuknya Zainudin Amali sebagai Menpora. Presiden hanya membacakan nama dan jabatan, ditambah sedikit celetukan saat mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju.

“Bapak Zainudin Amali, Menpora. Sepakbolanya, Pak,” ujar Presiden Jokowi, disusul dengan gumaman tertawa dari hadirin di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (24/10/2019) siang kemarin.

Sebelum susunan kabinet baru diumumkan, sejumlah nama yang dianggap layak menjadi kandidat Menpora sudah menjadi perbincangan publik, dan nama Zainudin Amali sama sekali tidak terdengar dalam bursa tak resmi itu.

Setidaknya ada dua “kandidat” terkuat sebagai calon Menpora kala itu, yakni Erick Thohir yang punya segudang pengalaman di kancah olahraga, termasuk sukses menghelat Asian Games 2018 lalu, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), putra sulung Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Lantas, mengapa Zainudin Amali yang dipilih? Siapa dia? Apa alasannya?


Politisi, Menpora Tak Terduga

Bicara soal Menpora, pastinya olahraga yang menjadi salah satu perhatian utama, selain tentu saja pula soal kepemudaan. Memang, tidak semua yang pernah menjabat posisi ini paham soal olahraga, atau setidaknya punya pengalaman di bidang ini, sebutlah Imam Nahrawi atau Roy Suryo.

Namun, jika ada tokoh yang dianggap lebih layak, kenapa tidak? Erick Thohir dengan seabrek pengalaman di kancah olahraga, juga usianya yang masih terbilang muda, misalnya.

Bekal Zainudin Amali sebagai Menpora di sektor kepemudaan pun sebetulnya tidak terlalu memukau. Ia tercatat pernah aktif di Lembaga Pers Mahasiswa Islam dan sempat menjadi Ketua Senat Mahasiswa saat kuliah di STIE Swadaya Jakarta pada medio 1980-an.

Jabatan Wasekjen PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) periode 2002-2004 dan Ketua DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) dari 2003 hingga 2008 barangkali bisa memperkuat portofolio ihwal “kepemudaan” Zainudin Amali.

Hanya saja, dua organisasi kepemudaan itu sama-sama beraroma politik, bernaung di bawah rindangnya pohon beringin Partai Golkar.

Zainudin Amali memang sudah terpikat dengan Golkar sejak kuliah. Tercatat dalam buku Wajah DPR dan DPD 2009-2014: Latar Belakang Pendidikan dan Karier (2010), pria kelahiran Gorontalo tanggal 16 Maret 1962 itu menjadi Ketua Gerakan Mahasiswa Kosgoro (Gema Kosgoro) pada 1994 sampai 1998.

Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong alias Kosgoro merupakan salah satu unsur yang melahirkan Golongan Karya (Golkar) pada 20 Oktober 1964. Selanjutnya, Golkar menjadi bagian mesin utama yang melanggengkan kekuasaan Soeharto selaku presiden selama rezim Orde Baru.

Karier politik Zainudin Amali di Golkar berjalan cukup mulus bahkan setelah Orde Baru runtuh pada 21 Mei 1998. Ia bahkan mewakili mantan partai plat kuning itu saat terpilih sebagai anggota DPR RI sejak 2004.


Sembari menjadi wakil rakyat, posisi Zainudin Amali di Partai Golkar maupun organ-organ pendukungnya kian mantap. Selain di AMPI dan AMPG, ia juga menjadi Wakil Sekjen Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957 periode 2009-2013.

Zainudin Amali menjabat pula sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur pada 2013, sebelum ditarik ke pusat untuk menempati posisi Sekjen Partai Golkar sejak 2014 hingga 2015.

Mengapa Bukan Erick Thohir?

Bagaimana dengan pengalaman Zainudin Amali di bidang keolahragaan? Saat berkunjung ke Kantor Kemenpora pada hari yang sama setelah ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Menpora, Zainudin Amali secara tersirat sadar diri.

"Saya pendatang baru. Beliau-beliau (menunjuk ke pejabat Kemenpora) senior, saya junior. Mudah-mudahan enggak dipelonco saya, kayak masuk PT (perguruan tinggi) kampus, enggak diospek," kelakarnya dikutip dari Antara.

Jika harus diperbandingkan antara Zainudin Amali dengan Erick Thohir soal urusan olahraga, nama yang disebut kedua lebih punya pengalaman, bahkan hingga level internasional.


Tahun 2012, Erick Thohir yang juga dikenal sebagai pengusaha memulai gebrakannya di Amerika Serikat. Ia menjadi orang Asia pertama yang memiliki klub basket NBA, yakni Philadelphia 76ers. Erick juga menguasai saham mayoritas klub sepakbola Major League Soccer (MLS), DC United.

Erick Thohir kembali membuat kejutan di tahun berikutnya. Ia mengakuisisi saham Inter Milan, kemudian menjadi presiden klub sepakbola ternama Liga Italia Serie A itu kendati nantinya ia jual lagi sahamnya.

Jauh sebelumnya, penggila olahraga basket ini mendirikan klub Satria Muda atau yang semula bernama Satria Muda Mahaka yang langsung berkiprah di liga basket tingkat nasional edisi pertama, Kobatama, tahun 1993.

Kemudian, Erick terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) periode 2006-2010. Ia juga menjabat Presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara (SEABA) sejak 2006.

Dituliskan Rifyal Qurban dalam buku Wujudkan Mimpimu! (2015), Erick Thohir kemudian ditunjuk sebagai Komandan Kontingen Indonesia untuk Olimpiade 2012 di London, Inggris.

Sejak 2015, Erick Thohir terpilih sebagai Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menggantikan Rita Subowo. Ia juga disebut-sebut masuk dalam jajaran petinggi salah satu klub sepakbola paling mapan di tanah air, Persib Bandung.

Puncaknya, Erick Thohir sukses menjalankan tugasnya sebagai Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018. Indonesia memang menjadi tuan rumah pesta olahraga terbesar se-Asia ini dengan menunjuk Palembang dan Jakarta.

Pengusaha muda berusia 49 tahun ini juga melebarkan sayapnya di Liga Inggris dengan menjadi Direktur Klub Oxford United yang berlaga di League One.


Erick Thohir memang tetap masuk kabinet Jokowi jilid kedua, tapi oleh Presiden Jokowi ia dipercaya menempati posisi sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), bukan Menpora.

Kini, kiprah Zainudin Amali di pos Menpora patut dinanti. Terlebih, politisi Golkar ini pernah berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ada dua Menpora sebelumnya yang juga pernah terjerat KPK, bahkan hingga masuk bui, yakni Andi Mallarangeng dan Imam Nahrawi.

Baca juga artikel terkait MENTERI PEMUDA DAN OLAHRAGA atau tulisan menarik lainnya Iswara N Raditya
(tirto.id - Politik)

Penulis: Iswara N Raditya
Editor: Abdul Aziz
DarkLight