Menuju konten utama

Jokowi Pamer Potensi Energi Hijau & Undang Pengusaha AS Investasi

"Kami memastikan bahwa produksi barang penting akan dihasilkan dari pembangkit listrik yang ramah lingkungan," kata Jokowi.

Jokowi Pamer Potensi Energi Hijau & Undang Pengusaha AS Investasi
Presiden Joko Widodo menghadiri Forum Perekonomian Dunia (World Economic Forum) secara daring di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (20/1/2022). ANTARA FOTO/BPMI-Muchlis Jr/rwa.

tirto.id - Presiden Joko Widodo dan beberapa pemimpin negara ASEAN bertemu dengan para pengusaha Amerika Serikat (AS) di Intercontinental the Willard Hotel, Washington DC, Kamis, 12 Mei 2022. Dalam pertemuan itu, hadir Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo, US-ASEAN Business Council Ted Osius, Utusan Khusus untuk Perubahan Iklim John Kerry dan sejumlah pimpinan perusahaan AS antara lain Google, Chevron, Boeing, Qualcomm, ConocoPhillips, Marriot International, dan lainnya.

Saat memberikan sambutan, Jokowi menawarkan sejumlah keunggulan Indonesia kepada pengusaha Amerika. Pertama, Jokowi menawarkan bahan baku industri seperti nikel dan besi.

“Sebagai salah satu negara penghasil bijih nikel terbesar di dunia, Indonesia berkembang pesat dalam industri besi dan baja. Saat ini Indonesia menjadi negara penghasil besi baja stainless terbesar nomor dua di dunia,” ungkap Jokowi di acara tersebut.

Jokowi juga mengatakan Indonesia kaya akan mineral lain seperti tembaga, bauksit dan alumunium. Material tersebut dinilai akan menjadi tulang punggung industri energi baru dan terbarukan, termasuk baterai litium dan mobil listrik.

Jokowi juga menyampaikan Indonesia kaya dengan potensi energi hijau. Pembangkit listrik tenaga hidro, surya, dan geotermal sangat berlimpah dan bisa dikelola.

“Kami memastikan bahwa produksi barang penting akan dihasilkan dari pembangkit listrik yang ramah lingkungan. Kami mengundang pelaku bisnis Amerika untuk investasi di Indonesia,” jelas Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo itu juga meyakinkan pengusaha AS bahwa Indonesia serius dalam pengembangan ekonomi digital yang adil dan bermanfaat bagi semua. Saat ini, Indonesia memiliki 2.346 start-up atau terbanyak kelima di dunia.

“Saya sangat mengharapkan kontribusi pebisnis Amerika dalam pengembangan infrastruktur digital, memfasilitasi digital capacity-building, serta mendukung kami masuk global value chain melalui digitalisasi,” ujar Jokowi.

Jokowi juga menyampaikan Indonesia ingin memastikan agar G20 dapat bekerja sebagai katalisator pemulihan ekonomi global. Sebagai pemimpin G20, Indonesia mengedepankan kemajuan negara-negara berkembang dalam pemulihan ekonomi. Jokowi juga mengharapkan kerja sama konkret yang menguntungkan dengan ASEAN, khususnya Indonesia.

“Semua ini membutuhkan kemitraan yang erat antara pemerintah dengan komunitas bisnis. Saya berharap para CEO perusahaan besar Amerika dapat membangun kerja sama konkret di G20, dan kerja sama dengan ASEAN, khususnya dengan Indonesia,” ujar Jokowi.

Baca juga artikel terkait ENERGI HIJAU atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Abdul Aziz