Menuju konten utama

Jokowi Minta Staf Khusus Milenial Konsep Program Kartu Pra-Kerja

Jokowi mengatakan staf khusus milenial yang diangkat beberapa waktu lalu bekerja, salah satunya memberikan masukan mengenai Kartu Pra-Kerja.

Jokowi Minta Staf Khusus Milenial Konsep Program Kartu Pra-Kerja
Presiden Joko Widodo bersama staf khusus yang baru dari kalangan milenial (ki-ka) CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra, Perumus Gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi, Pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara, Peraih beasiswa kuliah di Oxford Billy Gracia Yosaphat Mambrasar, CEO dan Founder Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung, Pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia dan Mantan Ketua PMII Aminuddin Ma'ruf ketika diperkenalkan di halaman tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis (21/11/2019). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A./nz

tirto.id - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan tujuh staf khusus (stafsus) milenial yang diangkat beberapa waktu lalu untuk bekerja memberikan masukan mengenai Kartu Pra-Kerja. Program ini diharapkan membuka lapangan kerja baru hingga 3 juta orang.

Hal itu diungkapkan Presiden Jokowi dalam diskusi dengan wartawan, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin, 2 Desember 2019.

“Stafsus bisa memberikan masukan-masukan untuk pembaharuan, inovasi-inovasi terutama dalam kebijakan-kebijakan yang kami buat. Contoh, kartu Pra Kerja,” kata Jokowi.

Pemerintah menargetkan penerima Kartu Pra Kerja mencapai 2 juta orang dengan anggaran mencapai Rp10 triliun. Program tersebut ditargetkan tercipta lapangan kerja hingga 2,5-3 juta dan pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen.

“Sudah saya sampaikan kepada mereka, coba, kartu Pra Kerja nanti dikonsep, dilaksanakan seperti apa, agar gampang dikontrol,” kata Jokowi.

Jokowi menambahkan, “Berkaitan dengan nasabah Mekaar, yang produknya macam-macam sekali, bagaimana itu bisa kemasannya diperbaiki, merek diperbaiki kemudian dibuatkan 'market place' yang baik.”

Jokowi juga telah mengajak dua stafsus milenial, yakni Putri Indahsari Tanjung dan Andi Taufan Garuda Putra dalam kunjungan kerja ke Subang, Jawa Barat untuk menunjukkan nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.

"Kemudian, berkaitan juga masalah masukan untuk dunia pendidikan kita seperti apa. Kadang-kadang apa yang kita pikirkan dengan apa yang dipikirkan oleh stafsus yang muda-muda itu sangat berbeda sekali,” kata Jokowi.

“Tapi sekali lagi, dengan luas wilayah kita yang sangat gede banget, dengan memakai inovasi teknologi akan mempermudah,” kata Jokowi menambahkan.

Selain itu, kata Jokowi, termasuk bagaimana mengontrol 75 ribu desa dengan berbagai kegiatannya.

"Sekarang bagaimana mengontrol 75 ribu desa, sehingga seluruh kegiatan di situ dapat dikontrol dengan baik, nanti akan muncul inovasi-inovasi yang sangat bagus dari stafsus-stafsus saya, karena mereka bukan orang biasa,” kata Jokowi.

Ketujuh staf khusus presiden dari kalangan milenial, antara lain: Andi Taufan Garuda Putra (32) tahun memang adalah CEO Amartha MicroFintech; Putri Indahsari Tanjung (23) selaku CEO Creativepreneur dan Chief Bussiness Officer Kreafi yang bergerak di bidang "event organizer"; Adamas Belva Syah Devara (29) adalah CEO Ruangguru, satu perusahaan rintisan yang berfokus pada layanan berbasis pendidikan.

Ayu Kartika Dewi (36) merupakan pendiri dan mentor lembaga Sabang Merauke, suatu program pertukaran pelajar antardaerah di Indonesia yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat toleransi; Gracia Billy Mambrasar (31) selaku CEO Kitong Bisa suatu lembaga pendidikan yang memberdayakan pemuda di Papua; Angkie Yudistia (32) pendiri Thisable Enterprise, lembaga yang bertujuan memeberdayakan para disabilitas di dunia kerja.

Sedangkan Aminuddin Maruf (33) mantan santri yang pernah menjadi Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) periode 2014-2016.

Baca juga artikel terkait KARTU PRA KERJA

tirto.id - Politik
Sumber: Antara
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Abdul Aziz