Jokowi Minta Pemerintah Daerah Jangan Asal Lakukan Lockdown

Oleh: Andrian Pratama Taher - 11 Februari 2021
Jokowi meminta pemimpin daerah teliti lebih dulu sebelum mengeluarkan kebijakan lockdown.
tirto.id - Presiden Joko Widodo kembali menegaskan agar pemerintah daerah melakukan langkah di luar kebiasaan (extraordinary) dalam menangani pandemi COVID-19. Ia pun kembali mengingatkan tugas utama pemerintah daerah dalam penanganan COVID-19 adalah menekan laju penularan.

"Pada saat ini yang pertama pengendalian laju penyebaran virus harus menjadi prioritas utama kita," kata Jokowi saat membuka Munas VI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Jakarta, Kamis (11/2/2021).

Jokowi lantas mengingatkan kembali disiplin 3M (menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan harus tetap digaungkan kepada masyarakat. Ia malah memberikan perintah tambahan kepada pemerintah daerah agar mulai membagikan masker gratis kepada masyarakat.

"Sekarang saya tambah perintahnya, juga harus bagi masker karena banyak rakyat kadang juga tidak mampu untuk beli masker," kata Jokowi.

Jokowi juga meminta agar 3T (testing, tracing dan treatment) juga menjadi atensi. Ia ingin pelaksanaan di lapangan berjalan dengan baik. Jokowi lantas meminta daerah segera menyiapkan tempat isolasi terpusat bersama Kementerian Kesehatan, BNPB, TNI-Polri jika ada temuan kasus.

Ia pun mendorong agar daerah tidak langsung ambil kebijakan karantina wilayah atau lockdown jika ada kasus. Jokowi meminta pemimpin daerah teliti lebih dulu sebelum mengeluarkan kebijakan lockdown.

"Jangan sampai yang terkena virus hanya satu orang dalam satu RT yang di-lockdown seluruh kota. Jangan sampai yang terkena virus misalnya satu kelurahan yang di-lockdown seluruh kota, untuk apa?" kata Jokowi.

"Ini yang sering kita keliru di sini. Oleh sebab itu dua minggu yang lalu, kita memang harus bekerja lebih detil lagi," imbuh Jokowi.


Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Bayu Septianto
DarkLight