Jokowi Lantik 6 Menteri & 5 Wakil Menteri Baru di Kabinetnya

Oleh: Andrian Pratama Taher - 23 Desember 2020
Dibaca Normal 1 menit
Pelantikan ini menjawab santernya isu perombakan kabinet yang terus menguat selama pandemi COVID-19, apalagi usai 2 menteri ditangkap KPK.
tirto.id - Presiden Joko Widodo resmi melantik enam menteri dan lima wakil menteri, Rabu (23/12/2020) di Istana Negara, Jakarta.

Pengangkatan para menteri berdasarkan surat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 133/P tahun 2020 sementara pengangkatan wakil menteri berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 76/M tahun 2020. Kedua surat ditandatangani Jokowi pada hari ini.

Para menteri dan wakil menteri resmi dilantik setelah diambil sumpah oleh Presiden Jokowi. Pelantikan berlangsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara RI tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharmabakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," ujar Jokowi seraya membacakan isi sumpah dan diikuti para menteri dan wakil menteri di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/12/2020).

Berikut daftar pejabat serta jabatan para pejabat yang dilantik.

1. Yaqut Cholil Qoumas (Menteri Agama)
2. Budi Gunadi Sadikin (Menteri Kesehatan)
3. Tri Rismaharini (Menteri Sosial)
4. M. Lutfi (Menteri Perdagangan)
5. Wahyu Sakti Trenggono (Menteri Kelautan dan Perikanan)
6. Sandiaga Salahuddin Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif).

5 Wakil Menteri:

1. Letjen M. Herindra (Wakil Menteri Pertahanan)
2. Edward Komar Syarief Hiariez sebagai Wakil Menteri Hukum dan HAM
3. Dante Saksono Harbuwono sebagai Wakil Menteri Kesehatan
4. Harfiq Haznul Qolbi sebagai Wakil Menteri Pertanian
5. Pahala Nugraha Mansury sebagai Wakil Menteri BUMN.

Para wakil menteri pun mendapat hak keuangan sesuai peraturan perundang-undangan. Acara ditutup dengan sesi salam. Turut hadir Wakil Presiden RI Maruf Amin dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Pelantikan ini menjawab santernya isu perombakan kabinet yang terus menguat selama pandemi COVID-19. Isu perombakan semakin kencang usai dua menteri yaitu Mensos Juliari Batubara dan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dikatakan semakin menguat sebab jauh sebelum itu, tepatnya pada Maret, sejumlah kelompok masyarakat sipil sebenarnya sudah meminta Jokowi merombak kabinet dengan alasan penanganan COVID-19 tidak optimal. Ketika itu salah satu yang didesak dicopot tentu saja Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Sebelum kemarin mengumumkan adanya perombakan kabinet, Jokowi hanya marah kepada para menteri di beberapa rapat kabinet. Setidaknya sudah tiga kali Jokowi marah-marah dan mengancam akan melakukan perombakan—sejauh yang terekam media massa. Ia kesal karena ada menteri yang bekerja biasa saja padahal sedang pandemi, serapan anggaran rendah, dan birokrasi lambat. Perombakan atau reshuffle kabinet ini pun bisa dibilang terlambat dilakukan Jokowi.


Baca juga artikel terkait RESHUFFLE KABINET JOKOWI atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Politik)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Bayu Septianto
DarkLight