Jokowi Klaim Indonesia Produksi Alat Rapid Tes & PCR 100 Ribu/ Hari

Oleh: Andrian Pratama Taher - 20 Mei 2020
Presiden Jokowi mengklaim Indonesia sudah bisa memproduksi rapid test dan alat PCR hingga 100 ribu unit per hari.
tirto.id - Presiden Jokowi mengklaim Indonesia sudah bisa memproduksi alat rapid test dan alat PCR hingga 100 ribu unit per hari.

"Kemarin saya sudah melihat sendiri ada rapid test yang waktu saya tanya bisa produksi berapa, sudah kira-kira 100.000 kalau diproduksi sudah langsung jalan," kata Jokowi saat meresmikan sekitar 55 barang inovasi buatan Indonesia dalam penanganan Covid-19, Rabu (20/5/2020).

"PCR test kit juga sama katanya apakah sudah berproduksi? Sudah pak, sudah uji dan sudah bisa berproduksi juga sama di atas 100.000," lanjut Jokowi.

Jokowi juga mengatakan, dirinya melihat banyak produksi emergency ventilator dalam negeri. Ia melihat ventilator produksi dari BPPT, ITB, UI, UGM dari PT Dharma dari PT Poly Jaya.

Dari inovasi tersebut, Presiden Jokowi optimistis Indonesia bisa untuk tidak impor alat kesehatan. Ia pun senang lembaga penelitian Eijkman sudah bisa menemukan molekuler urutan gnome Covid-19 untuk pengembangan vaksin. Ia berharap Indonesia bisa memproduksi vaksin sendiri.

"Kita bisa produksinya sendiri dan lebih dari itu kita juga harus mampu menghasilkan vaksin sendiri," kata Jokowi.

Saat memberikan sambutan dalam acara Peresmian Peluncuran Produk Riset, Teknologi dan Inovasi untuk Percepatan Penanganan Covid-19 secara daring, Rabu (20/5/2020), Presiden mengapresiasi langkah peneliti, akademisi dan pihak terkait bisa menciptakan inovasi produk dalam penanganan Covid-19.

"Kita patut berbangga karena dari tangan-tangan anak bangsa, dari tangan tangan kita sendiri kita mampu menghasilkan karya-karya yang sangat dibutuhkan," Kata Jokowi, Rabu.

Jokowi mengaku sudah melihat 9 dari 55 barang inovasi peneliti Indonesia beberapa waktu lalu. Kesembilan item yang disampaikan adalah rapid test kit, PCR test kit, emergency ventilator, bio safe Laboratory (BSL 2), produk immuno modulator dan artificial inteligence penanganan Covid-19.


Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Maya Saputri
DarkLight