Jokowi Klaim Arab Saudi & UEA Tertarik Investasi di SWF Indonesia

Oleh: Andrian Pratama Taher - 22 Desember 2020
Dibaca Normal 1 menit
Jokowi klaim sudah ada beberapa negara yang tertarik investasi di SWF Indonesia, antara lain AS, Jepang, UEA, Arab Saudi, dan Kanada.
tirto.id - Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah segera meluncurkan Sovereign Wealth Fund (SWF) yang bernama INA (Indonesia Investment Authority) pada 2021. Ia mengklaim sejumlah negara, termasuk Arab Saudi dan Uni Emerat Arab (UEA) tertarik berinvestasi di INA.

"Saat ini sudah ada beberapa negara yang menyampaikan ketertarikannya antara lain dari AS, Jepang, UEA, Saudi Arabia, dan Kanada," kata Jokowi saat memberikan sambutan "outlook perekonomian Indonesia 2021," Selasa (22/12/2020).

Jokowi mengklaim, INA akan menjadi sumber pembiayaan pembangunan baru yang berbasis penyertaan modal atau ekuitas. Menurut Jokowi, SWF akan menyehatkan ekonomi Indonesia, menyehatkan BUMN, terutama di sektor infrastruktur dan energi.

Oleh karena itu, Jokowi menilai seluruh elemen Indonesia perlu bekerja sama dan bergerak cepat demi mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia.

"Dalam situasi pandemi seperti ini kita semuanya harus mampu bergerak cepat, mampu memperkuat kerja sama dan sinergi. Saya optimis kita akan bangkit, ekonomi kita akan pulih kembali normal," kata Jokowi.

Program SWF diklaim merupakan terobosan baru Indonesia dalam menyelesaikan masalah pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat Indonesia di pemerintahan Jokowi-Maruf. Kebijakan ini diatur dalam UU Cipta Kerja yang disahkan pada Oktober 2020 lalu.

Presiden Jokowi sudah menerbitkan peraturan teknis pembentukan lembaga yang rencana diluncurkan pada Februari 2021. Pemerintah menggelontorkan dana berbentuk tunai sebesar Rp15 triliun untuk menjalankan program ini. SWF sendiri direncanakan akan mendapat modal hingga Rp75 triliun dari pemerintah selama 2021 sebagai modal awal kebijakan.




Baca juga artikel terkait SWF atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Abdul Aziz
DarkLight