Jokowi: Jangan Lagi Minta Bantuan, Saatnya Kita Bantu Negara Lain

Oleh: Yantina Debora - 27 Februari 2018
Dibaca Normal 1 menit
Indonesia masuk dalam dua kelompok negara-negara dengan perekonomian besar yaitu kelompok G20 dan kelompok "Trillion Dollar Club."
tirto.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan sudah saatnya membantu negara-negara lain yang kondisi perekonomiannya berada di bawah Indonesia. Hal itu dia sampaikan saat meresmikan pabrik bahan baku obat dan produk biologi milik PT Kalbio Global Medika (KGM), anak usaha PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) di Cikarang, Jawa Barat, Selasa (27/2/2018).

"Makanya saat saya kumpulkan dubes dan menteri-menteri. Saya sampaikan jangan kita minta lagi bantuan negara-negara lain. Kita sudah saatnya membantu negara lain, negara-negara kecil di bawah kita, sudah saatnya," Presiden Joko Widodo.

Menurut Presiden, Indonesia masuk dalam dua kelompok negara-negara dengan perekonomian besar yaitu kelompok G20 dan kelompok "Trillion Dollar Club" yaitu sebutan tidak resmi untuk negara-negara dengan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) di atas 1 triliun dolar AS.

Hingga tujuh tahun terakhir, jumlah negara yang masuk klub tersebut baru 15 negara, Indonesia masuk ke dalam kelompok itu pada 2017 lalu.

"Dan tahun lalu kita juga masuk ke dalam kelompok yang lebih istimewa lagi yaitu kelompok 'trillion dollar club', negara-negara yang punya ekonomi dengan senilai 1 triliun dolar AS per tahun, ini banyak yang kita tidak sadar. Kita juga sudah dimasukkan sebagai negara G20, tapi kita masih merasa negara miskin," tambah Jokowi.

Kondisi itu, menurut Presiden, harus menjadi suatu hal yang disyukuri dan akan terus didorong agar skala ekonomi Indonesia semakin meningkat.

"Kalau pertumbuhan ekonomi kita terus berada pada kisaran di atas 5 persen per tahun, dan kita juga terus mendorong sekuat tenaga untuk meningkatkan lagi pertumbuhan ekonomi itu. Katakanlah pertumbuhan kita 5-6 persen per tahun berarti ekonomi Indonesia akan naik dua kali lipat ini sehingga ekonomi kita akan jadi ekonomi dengan nilai dua triliun dolar AS paling lambat 2032. Banyak orang tidak punya hitung-hitungan seperti ini," jelas Presiden.

Presiden, mengutip lembaga konsultan ekonomi Price Waterhouse Coopers (PwC) yang menggunakan metode "purchasing power parity" yaitu metode untuk menghitung sebuah alternatif nilai tukar antar mata uang dari dua negara, maka Indonesia dapat masuk sebagai negara dengan ekonomi terbesar ke-5 pada 2032.

"Konsultan ekonomi terkemuka, PWC, memproyeksikan dengan memakai metode PPP, yaitu 'purchasing power parity' dengan penyesuaian dengan tingkat harga-harga lokal, Indonesia pada tahun 2032 akan menjadi negara ekonomi ke-5 terbesar dunia," ungkap Presiden.


Baca juga artikel terkait BANTUAN ASING atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Ekonomi)

Sumber: antara
Penulis: Yantina Debora
Editor: Yantina Debora
DarkLight