Jokowi Ingin Pelacakan COVID-19 Tiru Korsel & Selandia Baru

Oleh: Andrian Pratama Taher - 4 Juni 2020
Dibaca Normal 1 menit
Presiden Jokowi ingin pelacakan Covid-19 gunakan GPS seperti di Korea Selatan atau pakai aplikasi Digital Diary seperti di Selandia Baru.
tirto.id - Presiden Joko Widodo ingin agar bisa memanfaatkan teknologi telekomunikasi dalam melakukan pelacakan warga yang terpapar virus corona COVID-19, seperti yang dilakukan Selandia Baru dan Korea Selatan.

"Sekali lagi saya minta untuk pelacakan secara agresif dilakukan lebih agresif lagi dengan menggunakan bantuan sistem teknologi telekomunikasi dan bukan dengan cara-cara konvensional lagi," kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas secara daring, Kamis (4/6/2020).

Jokowi mengatakan Indonesia bisa meniru penggunaan aplikasi Digital Diary yang digunakan Selandia Baru. Aplikasi ini mencatat perjalanan pribadi seseorang terkait penyebaran Covid.

Selain itu Jokowi juga menyebut penggunaan teknologi mobile Global Positioning System (GPS) oleh Korea Selatan. Korsel memanfaatkan teknologi aplikasi dan sistem GPS sehingga mudah melacak pergerakan orang-orang terutama para pelanggar kebijakan karantina.

Jokowi sangat berharap canggihnya teknologi telekomunikasi bisa memudahkan penanganan Covid-19 di Indonesia.

"Misalnya di Selandia Baru mereka menggunakan Digital Diary. Kemudian Korea Selatan juga mengembangkan mobile GPS untuk data-data sehingga pelacakan (COVID-19) lebih termonitor dengan baik," kata Jokowi.

Sebagai informasi, Selandia Baru dan Korea Selatan dianggap sebagai negara yang mampu menekan laju penyebaran Covid-19. Saat ini, tidak ada kasus baru di Selandia Baru setelah tanggal 22 Mei 2020 sementara kasus Korea Selatan terus termonitor dengan baik.

Sementara Indonesia sebenarnya juga telah memanfaatkan teknologi komunikasi dalam menangani Covid. Menkominfo Johnny G Plate dan Gugus Tugas sempat meluncurkan aplikasi digital bernama Bersatu Lawan Covid-19.

Aplikasi ini merupakan salah satu upaya pemerintah mengintegrasikan data penanganan Covid-19. Aplikasi diluncurkan bersamaan pengumuman integrasi data pada Rabu (28/4/2020) lalu.

“Sistem ini memiliki fungsi dan konsolidasi data seperti data kesehatan, data kependudukan, data logistik, dan data-data lainnya yang dhimpun dari 514 Kabupaten/Kota, 34 provinsi kementerian lembaga terkait maupun platform digital," kata Plate saat konferensi pers, Rabu (28/4/2020) kala itu.


Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Bayu Septianto
DarkLight