Jokowi: Infrastruktur Luar Jawa Beri Efek Positif ke Investasi

Reporter: Andrian Pratama Taher, tirto.id - 30 Nov 2022 14:11 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Jokowi mengatakan, pembangunan infrastruktur di luar Jawa memberikan efek positif bagi investasi di Indonesia.
tirto.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pembangunan infrastruktur di luar Jawa memberikan efek positif bagi investasi di Indonesia. Investor kini sudah mulai melirik di luar Jawa hingga membuat angka investasi tembus 53 persen.

"53 persen, betul ya pak menteri? 53 persen. Dulu 70:30 kemudian menjadi lebih kecil-kecil, sekarang sudah menjadi lebih besar di luar Jawa. Saya kira ini sebuah informasi yang baik. Artinya infrastruktur yang kita bangun di luar Jawa itu betul-betul memberikan efek kepada investasi, kepada pertumbuhan ekonomi di luar Jawa," kata Jokowi, Jakarta, Rabu (30/11/2022).

Jokowi menilai, banyak investor mulai melirik ke luar Jawa menandakan pembangunan infrastruktur telah memberikan efek pada investasi dan pertumbuhan ekonomi di luar Jawa.


Ia mencontohkan, aksi hilirisasi di Maluku Utara yang membuat provinsi tersebut mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi hingga 27 persen. Kemudian, angka inflasi Maluku Utara 3,3 pesen. Ia meminta agar Maluku Utara berhati-hati dan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Kenapa saya peringatkan? Supaya yang bener ini terus dipertahankan ditingkatkan lebih baik lagi. Kalau saya puji2 kan bisa kesenengan nanti lupa tahu-tahu melorot menjadi 5 persen. Hati-hati 27 persen itu tidak ada di seluruh dunia yang memiliki pertumbuhan ekonomi setinggi itu. Karena apa, di situ ada industri baru, di situ ada hilirisasi," kata Jokowi.

Sementara, Menteri Investasi Bahlil Lahadahlia menuturkan bahwa, investasi yang masuk sudah mulai ke luar Pulau Jawa. Ia mengaku daerah Sulawesi dan Sumatera sudah mulai dilirik investor.

"Alhamdulillah di luar pulau jawa bapak presiden sudah mulai mayoritas. Bahkan foreign direct investment sekarang yang masuk itu sudah lebih banyak di Palu, Maluku Utara, Sumatera, Riau khususnya bapak presiden," kata Bahlil.

Bahlil menambahkan, para investor mulai meninggalkan wilayah Jawa, salah satunya Jawa Barat. Ia beralasan, investor lebih melirik daerah luar jawa.

"Jawa Barat perlahan-lahan sudah mulai menurun. ini tidak ada urusannya sama politik bapak presiden. Ini karena semata-mata tentang kecenderungan orang melakukan investasi untuk di luar wilayah Jawa," kata Bahlil.

Bahlil melaporkan bahwa Singapura masih menjadi investor utama Indonesia. Akan tetapi, berdasarkan penelusuran pemerintah, ternyata Singapura hanya sebagai hub.


"Jadi ternyata setelah dicek investasi yang dari Singapura ini tidak semuanya uang Singapura. sebagian uang orang Indonesia yang ada di Singapura bahkan Singapura dijadikan sebagai hub," kata Bahlil.

Setelah Singapura, ada Cina. Namun Cina sempat diganti Hongkong pada 202. Ia juga mengatakan, Eropa juga mulai melirik Indonesia. Kemudian, Amerika Serikat sudah masuk peringkat 4 dari 10 besar investor Indonesia.



Baca juga artikel terkait PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Anggun P Situmorang

DarkLight