Pandemi COVID-19

Jokowi Beri Modal Kerja Rp2,4 Juta ke Pedagang Terdampak Corona

Oleh: Andrian Pratama Taher - 13 Juli 2020
Jokowi mengatakan pemerintah memberikan bantuan uang kerja darurat untuk meringankan beban para pedagang yang terdampak COVID-19.
tirto.id - Presiden Joko Widodo mengumpulkan puluhan pedagang ke Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2020). Dalam pertemuan tersebut, Jokowi mengatakan pemerintah memberikan bantuan uang kerja darurat untuk meringankan beban para pedagang.

“Pada sore hari ini saya, pemerintah memulai untuk memberikan bantuan modal kerja pada usaha mikro, kepada usaha kecil untuk bantuan modal kerja darurat," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.

Jokowi mendengar nasib para UMKM yang dikumpulkan ke Istana. Ia mengetahui kalau tidak sedikit pedagang yang terdiri atas pedagang pasar dan pedagang kaki lima mengalami penurunan omset hingga 50 persen lebih. Ia pun menjelaskan kalau krisis tidak hanya dialami Indonesia tetapi juga 215 negara lain.

Oleh karena itu, Jokowi memberikan bantuan dengan harapan omset pedagang meningkat.

“Nanti kalau saya cek, 3 bulan atau 4 bulan lagi, insyaallah juga sudah berada pada kondisi yang normal lagi. Syukur lebih baik dari yang normal yang lalu. Itu yang kita harapkan," kata Jokowi.

Jokowi pun mengatakan, bantuan yang diberikan tidak cukup banyak, yakni uang sebesar Rp2,4 juta. Ia pun memberi sinyal bantuan kerja darurat akan diberikan lebih dari 1 kali.

"Ini bantuan modal kerja ini memang isinya tidak banyak, Rp2,4 juta. Tolong diterima, digunakan semuanya untuk tambahan modal kerja bapak ibu semuanya," kata Jokowi.

Jokowi menambahkan, "Ini kita mulai dan kita harapkan nanti akan jutaan pedagang kecil yang akan kita berikan ini. Ini adalah yang pertama kali ya. Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini," tutur Jokowi.


Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Abdul Aziz
DarkLight