John Mayer, Yayasan Kesehatan Veteran, dan Ambisi dalam Bermusik

Oleh: Irsandy Dwi - 5 April 2019
Dibaca Normal 1 menit
Yayasan John Mayer akan fokus pada veteran dengan gangguan stres pasca-trauma dan memenuhi kebutuhan veteran wanita.
tirto.id - John Mayer akan menggelar konser di Jakarta pada hari ini, Jumat (5/4/2019) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Tangerang. Konser ini dilakukan dalam rangkaian World Tour 2019.

Di tengah kesibukannya menggelar World Tour ini, bulan lalu Mayer meluncurkan sebuah yayasan yang fokus pada peningkatan kesehatan para veteran lewat penelitian ilmiah. Yayasan ini bernama The Heart and Armor Foundation.

Penyanyi pemenang Grammy ini pada Maret lalu mengumumkan The Heart and Armor Foundation akan fokus pada veteran dengan gangguan stres pasca-trauma dan memenuhi kebutuhan veteran wanita.

Meskipun ia baru mengumumkan yayasan secara terbuka pada 2 Maret, Mayer telah mengerjakan organisasi tersebut sejak 2012 bersama para veteran, ilmuwan, dan dokter, demikian seperti diwartakan NBC.

“Kami akan terbuka dengan hal-hal seperti makalah penelitian yang diterbitkan dan telah mengumpulkan cukup uang untuk membangun beberapa program percontohan," ucap Mayer seperti dikutip NBC.

"Kami memiliki beberapa data yang sangat bagus, dan kami ingin itu berfungsi lebih dulu sehingga banyak pertanyaan terjawab sebelum kami membawa hal-hal itu kepada orang lain untuk menyadarkan," tambahnya.

Mayer, yang ayahnya adalah veteran Perang Dunia 2, mengatakan ide untuk memulai The Heart an Armor Foundation muncul setelah ia mengunjungi Markas Korp Marinir Lejeune pada 2008.

Yayasan ini telah merilis 10 publikasi dalam jurnal peer-review, mengembangkan intervensi berbasis latihan untuk Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), menciptakan alat untuk memenuhi nutrisi veteran wanita, dan lain-lain.

Ambisi John Mayer dalam Bermusik


Mayer juga dikenal sebagai orang yang sangat memiliki ambisi dan idealisme dalam bermusik. Dilansir Billboard, dia punya niatan untuk membawa kembali kesejatian musik.

Cara yang dilakukan Mayer untuk mewujudkan ambisinya itu dengan memusatkan dirinya pada energi kreatif dengan seniman lain.

Dia pernah bergabung dengan grup Dead & Company yang terdiri dari musisi-musisi Bob Weir, Mickey Hart, Bill Kreutzmann, Oteil Burbridge, dan Jeff Chimenti.

Dia juga pernah rekaman dan tampil dengan beberapa artis, termasuk Frank Ocean, Ed Sheeran, Shawn Mendes, dan Travis Scott.

Ambisi Mayer juga ingin mengembalikan peran penyanyi-penulis lagu sebagai pencari kebenaran yang memimpin pemikiran dan menjadi panduan moral. Baginya, perubahan besar bisa datang dari sana.

Ada dua alasan utama bagi Mayer mengapa dibutuhkan penyanyi-penulis lagu. Pertama, media sosial dan polarisasi politik memicu rasa sakit dan kesedihan yang luar biasa. Kedua, musik telah menjadi ‘sangat dangkal’, musisi terlalu berfokus untuk menjadi ‘wow’.

“Ini [karya musik] adalah kerajinan tangan. Itulah yang memungkinkan Anda mendengar sesuatu berulang-ulang, alih-alih mendengarkan satu kali,” ucap Mayer.

Menurut Mayer, dunia musik berubah setiap empat minggu, bahkan tiga minggu. "Jadi, jika Anda tidak mengeluarkan lagu dalam waktu sebulan setelah Anda menulisnya, Anda mungkin ketinggalan.”

Baca juga artikel terkait KONSER MUSIK atau tulisan menarik lainnya Irsandy Dwi
(tirto.id - Musik)


Penulis: Irsandy Dwi
Editor: Dipna Videlia Putsanra