JogjaROCKarta Ubah Tema Baru: Ini Harga Tiket, Lokasi & Cara Nonton

Penulis: Alexander Haryanto, tirto.id - 23 Sep 2022 16:16 WIB
Dibaca Normal 1 menit
JogjaROCKarta Festival digelar pada 24-25 September 2022 di Tebing Breksi Yogyakarta.
tirto.id - Rajawali Indonesia selaku promotor JogjaROCKarta Festival mengubah tema, dan konsep cara menonton sebagai respons terhadap kondisi penyelenggaraan festival yang kian membaik. Selain itu, band Hoobastank pun batal tampil.

Founder Rajawali Indonesia & CEO JogjaROCKarta Festival, Anas Syahrul Alimi mengatakan, sebelumnya acara ini bertemakan “Rock on Jeep”, yang mengharuskan para penonton menikmati konser dari atas mobil jip (Drive-in).

Tapi sekarang, JogjaROCKarta Festival 2022 mengubah temanya menjadi “History Continues” dengan target 10 ribu penonton per hari.

“Melalui tema History Continues, kami ingin menyampaikan perjalanan JogjaROCKarta harus tetap dilanjutkan, dengan semangat, dan experience baru," kata Anas lewat keterangan tertulis yang diterima Tirto.

Anas mengatakan, walaupun berganti tema, kehadiran mobil jip akan tetap tersedia sebagai alat penjemputan penonton dari titik kumpul menuju venue.

“Sekarang lebih efektif, dan semua penonton berdiri, bisa lompat-lompat, bisa moshing. Kita kembalikan ke habitat awal musik rock,” tambahnya.

Sementara itu, Bakkar Wibowo, Co Founder JogjaROCkarta Festival mengatakan, JogjaROCKarta juga menambah tiga line up lagi, yaitu Sangkakala, The Melting Minds, dan Grass Rock.

Sebelumnya, ada 11 headliners yang telah diumumkan yakni Burgerkill, Dead Squad, Superman is Dead, Serigala Malam, The Hydrant, Jamrud, Edane, Seringai, Death Vomit, Voice of Baceprot, dan Prison of Blues.

“Kami menambah tiga line up lagi. Dua band dari Yogyakarta, Sangkakala dengan genre Heavy Metal, The Melting Minds dengan genre Psychedelic Rock, dan legenda rock asal Surabaya, Grass Rock,” kata Bakkar.

Berpindah Venue ke Tebing Breksi Yogyakarta

Atas dasar perubahan konsep tersebut, JogjaROCKarta Festival akhirnya juga memindah venue penyelenggaraannya, dari LANUD Gading Wonosari, ke Tebing Breksi Yogyakarta.

Alasan dipilihnya Tebing Breksi sebagai venue terbaru JogjaROCKarta Festival, karena tempat tersebut memiliki landscape yang eksotis dengan spot yang beragam.

“Kita coba eksplor di Tebing Breksi. Awalnya pilihan agak jauh agar ada jarak untuk naik jip. Venue ini penting dengan background Gunung Purba, dan tata cahaya yang bagus," kata Anas.

Selain itu, sajian festival musik rock, dengan latar tebing bebatuan yang menjulang tinggi adalah kombinasi yang pas.

"Yang paling penting adalah diikuti dengan harga yang kita sesuaikan. Peta, panduan akses ke lokasi, dan titik kumpul jip akan kami share ke sosial media,” jelas Anas.

Harga Tiket Festival

Dengan bergantinya konsep baru, harga tiket JogjaROCKarta Festival 2022 juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya tiket dibanderol dengan harga Rp750.000 (Rock on Jeep A), dan Rp500.000 (Rock on Jeep B), kini harga tiket JogjaROCKarta Festival 2022 diubah menjadi Rp150.000 (Early entry), Rp200.000 (Reguler), dan Rp300.000 (OTS).

Tiket JogjaROCKarta Festival telah dijual sejak 19 Juli 2022, di official ticket partner Tiketapasaja dan aplikasi SerMorpheus. Untuk pembeli tiket lama atau “Rock on Jeep”, akan dihubungi oleh panitia untuk proses kembalian uang tiket, dan tetap bisa menonton JRF 2022.

Untuk menambah kemeriahan JogjaROCKarta Festival 2022, Rajawali Indonesia selaku promotor JogjaROCKarta Festival juga akan menambah 30 line up yang akan tampil di side stage.

“Selama penyelenggaraan JogjaROCKarta Festival, kami sering mendapat respons positif dari band-band rock dari segala penjuru nusantara. Regenerasi band rock di Indonesia juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan,” ungkap Ahmad Sobirin, Project Manager JogjaROCKarta Festival.

"Oleh karena ini, hadirnya side stage, kami rasa menjadi penting bagi kelangsungan regenerasi band rock untuk menambah jam terbang mereka," tambahnya.


Baca juga artikel terkait JOGJAROCKARTA FESTIVAL atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Musik)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight