Jet Tempur Bekas Austria Impian Prabowo Terlilit Skandal Korupsi

Oleh: Zakki Amali - 22 Oktober 2020
Dibaca Normal 2 menit
Austria berencana melepas 15 unit pesawat tempur bekas ke angkatan bersenjata Indonesia.
tirto.id - Tur luar negeri Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam sepekan terakhir menghangatkan kabar belanja persenjataan berat bagi Indonesia.

Prabowo baru saja menuntaskan kunjungan kontroversial ke Amerika Serikat atas undangan Menteri Pertahanan Mark Esper selama empat hari pada 15-19 Oktober. Usai kunjungan itu, Prabowo menyatakan pemerintah Donald Trump mendukung Indonesia untuk memodernisasi pertahanan.

Dalam pernyataan bersama Prabowo dengan Esper tak disebut jenis persenjataan yang akan diboyong. Indonesia disebut berminat membeli jet tempur generasi kelima F-35 buatan perusahaan Amerika Serikat, Lockheed Martin. Kemudian pesawat angkut militer MV-22 Block C Osprey yang mengkombinasi model baling-baling pesawat dengan sistem helikopter.

Setelah meninggalkan Amerika Serikat, Prabowo menuju Austria bertemu dengan Menteri Pertahanan Klaudia Tanner di Wina pada 20 Oktober lalu. Berbeda dengan kunjungan ke Amerika Serikat, dalam surat yang bocor ke media, Prabowo disebut secara gamblang menjajaki pembelian pesawat tempur Eurofighter Typhoon.

Proposal pembelian Eurofighter oleh Prabowo dikirim pada 10 Juli 2020, berkop Kementerian Pertahanan dengan nomor 60/M/VII/2020, diungkap oleh media berbahasa Jerman, Krone. Prabowo menyebut akan membeli semua pesawat tempur itu berjumlah 15, bekas Angkatan Udara Austria, berumur hampir 20 tahun.

Keberadaan Eurofighter masih memicu polemik hukum. Austria membeli 15 Eurofighter Typhoon pada 2001 dari konsorsium perusahaan ternama berbasis di Eropa, salah satunya Airbus, senilai 1,959 miliar euro. Muncul gugatan hukum di Jerman soal penjualan Eurofighter di Austria diduga berbau penipuan dan korupsi. Airbus juga telah mengakui memberi 55 juta euro kepada pelobi dan pengambil keputusan politik, melansir Krone.



Masih dari media sama, kasus tersebut membuat publik Wina jenuh karena hampir dua dekade, masalah belum tuntas. Rencana mengeluarkan Eurofighter juga didorong operasional tinggi yang dianggap inefisien. Setiap tahun Austria setidaknya mengalokasikan 100 juta euro (Rp1,7 trilun) atau 80.000 euro per jam (Rp1,3 M berdasar kurs Rp17.373/1 euro) untuk operasional pesawat memantau wilayah udara.

Eurofighter diperkirakan punya masa pakai setidaknya hingga 2027, tetapi sempat muncul rencana purna tugas 10 tahun lebih awal karena dianggap boros dan bermasalah.

Dalam surat kepada Menteri Pertahanan Austria pada 10 Juli lalu, Prabowo menyadari masalah sensitif yang membelit Eurofighter, akan tetapi ia menjanjikan kesepakatan dengan Indonesia bisa menguntungkan dua negara.

Juru Bicara Menteri Pertahanan Bidang Hubungan Antar Lembaga Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak mengkonfirmasi kunjungan Prabowo ke Austria dan membahas kerja sama pertahanan tapi tak menjawab saat ditanya soal rencana pembelian Eurofighter.

Eurofighter punya spesifikasi merusak wilayah udara musuh yang digunakan angkatan bersenjata udara negara di Eropa seperti Jerman, Austria, Italia dan Inggris. Negara lain dari kawasan teluk Persia yang akan mengoperasikan yakni Kuwait dan Qatar, tentu dalam kondisi baru.

Berpalingnya Prabowo ke Eurofighter diduga berlatar konflik kepentingan antara Rusia dan Amerika Serikat serta kembalinya hak mengunjungi Negara Paman Sam untuk kali pertama setelah 20 tahun dilarang karena dugaan pelanggaran hak asasi manusia.

Indonesia telah sepakat membeli 11 pesawat tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia sejak 2018, tetapi hingga kini belum jelas tindak lanjutnya. Saat berkunjung ke AS, muncul kabar ia ditekan agar membatalkan perjanjian dengan Moskow—musuh AS, mengutip Reuters.

Kabar pembatalan kesepakatan jet tempur Rusia senilai 1,1 miliar dollar AS sempat berembus kencang, tetapi dibantah oleh otoritas dua negara.

Pada akhir pembelian pesawat tempur bekas, Koalisi Sipil untuk Reformasi Keamanan mendesak Prabowo membatalkannya. Peralatan perang bekas disebut bakal menempatkan tentara nasional Indonesia dalam risiko tinggi kecelakaan. Biaya operasional juga dianggap membebani keuangan pemerintah. Kendati lebih murah, koalisi menilai tak ada harga patokan untuk Eurofighter bekas yang berpotensi menimbulkan penyimpangan, apalagi pengadaan pesawat tersebut di Austria juga terbelit skandal korupsi.

Koalisi juga mendesak Komisi I Bidang Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat untuk menolak rencana Prabowo serta membuka anggaran belanja senjata untuk Indonesia.


Baca juga artikel terkait PRABOWO SUBIANTO atau tulisan menarik lainnya Zakki Amali
(tirto.id - Politik)

Penulis: Zakki Amali
Editor: Rio Apinino
DarkLight