Jerawat Kistik: Pengertian, Penyebab, dan Cara Pengobatan Rumahan

Oleh: Dewi Adhitya S. Koesno - 1 September 2020
Dibaca Normal 2 menit
Apa itu jerawat kistik, penyebab, tanda-tanda dan pegobatan yang bisa didapatkan.
tirto.id - Jerawat bagi sebagian orang merupakan suatu kondisi kulit yang menakutkan dan menyakitkan, apalagi ketika jerawat biasa berkembang menjadi semakin memburuk, maka kondisi ini disebut jerawat kistik.

Apa Itu Jerawat Kistik?


Seperti diwartakan Healthline, jerawat kistik adalah jenis jerawat yang paling serius. Ini berkembang ketika kista terbentuk jauh di bawah kulit dan bisa terjadi akibat kombinasi bakteri, minyak, dan sel kulit kering yang terperangkap di pori-pori kulit.

Jerawat kistik cenderung terjadi pada orang dengan kulit berminyak. Ini juga lebih sering terjadi pada remaja, wanita, dan orang dewasa yang berusia lebih tua dengan ketidakseimbangan hormon.


Biasanya, jerawat kistik bisa membaik seiring bertambahnya usia. Namun, benjolan yang membandel dan menyakitkan tidak akan hilang dengan sendirinya.

Jerawat kistik terasa sangat menyakitkan dan jika tidak ditangani, penyakit ini bisa memburuk dengan sangat cepat.

Meski begitu, jerawat kistik pada tahap awalnya dapat diobati dengan pengobatan rumahan sederhana.


Penyebab Jerawat Kistik?


Jerawat disebabkan oleh dua alasan utama, yakni infestasi bakteri dan pori-pori tersumbat. Jerawat kistik adalah kombinasi dari keduanya.

Bentuk paling serius dari munculnya jerawat kistik ketika kotoran, minyak dan sel-sel kulit mati terjebak di pori-pori.

Penyumbatan pori-pori kulit yang ekstrim itu menyebabkan kelenjar sebaceous kulit bekerja berlebihan dan meningkatkan produksi minyak yang pada gilirannya, membuat lingkungan yang ideal untuk infestasi bakteri.

Saat bakteri menginfeksi pori-pori, kulit akan menjadi merah dan bengkak. Hal ini menyebabkan infeksi dan pembentukan benjolan berisi nanah alias jerawat kistik.

Alasan lain timbulnya jerawat kistik meliputi:
  • Perubahan hormonal
  • Memencet jerawat
  • Keringat berlebihan
  • Stres
  • Diet tidak sehat yang kaya gula tinggi dan makanan berminyak


Tanda-Tanda Jerawat Kistik


Jerawat kistik juga bisa muncul di dada, punggung, leher, lengan, dan bahu Anda. Di bawah ini adalah tanda-tanda jerawat kistik:
  • Benjolan berisi nanah merah
  • Benjolan putih besar
  • Jerawat bengkak
  • Kemerahan di sekitar benjolan
  • Bisul yang menyakitkan saat disentuh
  • Kulit lembut

Pengobatan Rumah Untuk Jerawat Kistik


Berikut ini beberapa pengobatan rumahan untuk mengatasi jerawat kistik seperti dikutip dari Boldsky:

1. Es

Mengoleskan es pada kulit membantu menenangkan kulit dan mengurangi pembengkakan dan bahkan kemerahan sehingga bisa meredakan rasa sakit akibat jerawat kistik.

Yang dibutuhkan adalah 1-2 kotak es batu dan waslap.

Cara penggunaan:
  1. Bungkus es batu dengan waslap.
  2. Gosokkan es batu yang dibungkus waslap dengan gerakan melingkar pada area yang terkena atau seluruh wajah.
  3. Lanjutkan menggosokkan es di wajah hingga kulit menjadi dingin.
  4. Biarkan wajah mengering dengan sendirinya.
  5. Jangan cuci muka setelah ini.
  6. Ulangi pengobatan ini 3-4 kali dalam seminggu untuk hasil yang diinginkan.

2. Kunyit

Kunyit adalah obat alami yang ampuh untuk kulit yang terinfeksi. Kurkumin, komponen aktif yang ada dalam kunyit memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi yang melindungi dan menenangkan kulit untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan.

Kunyit juga memiliki sifat antibakteri dan antiseptik yang membantu menjaga kulit tetap bersih dan cepat sembuh.

Yang dibutuhkan 1 sdm bubuk kunyit, air secukupnya.

Cara penggunaan:
  1. Dalam mangkuk, ambil bubuk kunyit.
  2. Oleskan air secukupnya untuk membuat masker yang kental.
  3. Oleskan masker kunyit ke area yang terkena.
  4. Biarkan selama sekitar 30 menit.
  5. Bilas sampai bersih dan keringkan.
  6. Ulangi pengobatan ini 1-2 kali seminggu untuk hasil yang diinginkan.

3. Minyak Pohon Teh (tea tree)

Minyak pohon teh dikenal karena sifat antibakterinya yang kuat. Itu berarti minyak pohon teh memiliki kemampuan untuk melawan bakteri berbahaya penyebab jerawat dan membersihkan kulit.

Sifat anti-inflamasi minyak pohon teh menjaga rasa sakit dan peradangan yang disebabkan oleh jerawat kistik.

Yang dibutuhkan 2 tetes minyak pohon teh, 12 tetes minyak pilihan Anda (minyak kelapa / minyak almond / minyak jojoba / minyak zaitun), dan bantalan kapas.

Cara penggunaan:
  1. Campurkan minyak pohon teh dengan minyak pembawa.
  2. Sisihkan ramuannya.
  3. Cuci wajah dengan pembersih lembut dan keringkan.
  4. Oleskan ramuan minyak pohon teh pada area yang terkena menggunakan kapas.
  5. Biarkan mengering sebelum melanjutkan dengan pelembab.
  6. Ulangi pengobatan ini setiap hari sebagai alternatif untuk hasil terbaik.

4. Cuka

Cuka adalah bahan asam yang digunakan oleh banyak orang untuk mendapatkan kulit yang bersih. Ia memiliki sifat antibakteri yang mencegah bakteri berbahaya dan bisa membuat kulit segar dan sehat.

Cuka juga membantu mengontrol produksi minyak di kulit untuk mencegah pori-pori tersumbat dan pada gilirannya jerawat.

Yang dibutuhkan 1 sdm cuka putih dan sebaskom air.

Cara penggunaan:

  1. Encerkan cuka dengan menambahkannya ke dalam air.
  2. Bersihkan kulit dengan cuka encer ini dua kali sehari (sekali di pagi hari dan sekali di malam hari).
  3. Biarkan saja.
  4. Ulangi pengobatan ini setiap hari selama beberapa hari sampai Anda melihat peningkatan.

5. Aspirin

Aspirin memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu meringankan rasa sakit dan peradangan yang disebabkan oleh jerawat kistik.

Yang dibutuhkan 1 tablet aspirin dan 1 sdt air

Cara penggunaan:

  1. Ambil tablet aspirin dalam mangkuk dan hancurkan untuk mendapatkan bubuk halus.
  2. Tambahkan air ke dalamnya dan aduk rata.
  3. Oleskan campuran tersebut ke area yang terkena.
  4. Biarkan selama 10-15 menit.
  5. Bilas bersih nanti.
  6. Ulangi pengobatan ini 1-2 kali seminggu untuk hasil yang diinginkan.


Baca juga artikel terkait JERAWAT KISTIK atau tulisan menarik lainnya Dewi Adhitya S. Koesno
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Dewi Adhitya S. Koesno
Editor: Agung DH
DarkLight