Jepang Protes Cina Lakukan Pengeboran di Laut Sengketa

Oleh: Yuliana Ratnasari - 2 Agustus 2017
Jepang memprotes Cina melanjutkan pembangunan sepihak di wilayah tersebut, sementara batas antara kedua negara di Laut Cina Timur belum ditetapkan.
tirto.id - Jepang telah mengajukan protes ke Cina menyusul adanya pembangunan rig pengeboran di dekat garis tengah yang memisahkan zona ekonomi dua negara di Laut Cina Timur, demikian Menteri Luar Negeri Fumio Kishida menyatakan pada Selasa (2/8/2017) waktu setempat.

"Sangat disesalkan bahwa Cina melanjutkan pembangunan sepihak di wilayah tersebut, sementara batas antara Jepang dan Cina di Laut Cina Timur belum ditetapkan," ungkap Kishida, yang berfungsi ganda sebagai menteri pertahanan, yang dilansir dari Nikkei Asian Review.

Pemerintah Perdana Menteri Shinzo Abe telah memprotes melalui saluran diplomatik setelah mengkonfirmasikan aktivitas Cina bulan lalu, Kishida mengatakan. Tokyo pun akan terus-menerus meminta Beijing untuk menghentikan pembangunan ladang gas unilateral di dekat garis tengah.

Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga, juru bicara pemerintah, mengatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa Jepang mendesak Cina untuk segera memulai kembali perundingan yang macet berdasarkan kesepakatan bilateral terkait pengembangan gas bersama di wilayah tersebut.

Sejauh ini, Beijing telah mengembangkan 16 struktur bangunan di sisi garis median Cina antara garis pantai kedua negara. Namun, Tokyo khawatir Cina bisa menyedot sumber daya dari sisi Jepang.

Kegiatan terbaru oleh Beijing diyakini bertujuan untuk melakukan pengeboran gas dalam pembangunan struktur baru, kata seorang pejabat pemerintah Jepang.

Dikabarkan, ini merupakan pertama kalinya sejak Oktober 2016, kapal pengangkut mobile Cina terlihat di dekat garis tengah.

Sementara itu, Kishida mengatakan bahwa Jepang juga memiliki "ketertarikan besar" dalam perluasan militer Beijing, menambahkan bahwa Cina juga harus "menjelaskan kepada negara tetangganya mengenai kebijakan keamanannya dengan transparansi yang tinggi."

Cina sebelumnya mengadakan parade militer di Mongolia Dalam pada Minggu (30/7/2017) untuk memperingati ulang tahun ke-90 dari fondasi Tentara Pembebasan Rakyat.

Parade di sebuah basis pelatihan itu melibatkan sebanyak 2,3 juta tentara, yang disiarkan langsung oleh media resmi. Hal ini tampaknya dimaksudkan untuk menunjukkan kekuatan Presiden Xi Jinping tentang kekuasaan di dalam dan di luar negeri, menjelang kongres lima tahun sekali Partai Komunis China pada musim gugur mendatang.

Baca juga artikel terkait JEPANG atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
(tirto.id - Politik)

Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari