Menuju konten utama

Jepang Kucurkan Dana Rp117 Juta untuk Konservasi Satwa

Jepang melalui kerja sama lembaga konservasi memberikan dana bantuan untuk konservasi satwa dan tumbuhan senilai 1 juta yen atau setara dengan Rp117 juta kepada pemerintah Indonesia

Jepang Kucurkan Dana Rp117 Juta untuk Konservasi Satwa
Sejumlah rusa berada di penangkaran di Balai Taman Nasional Alas Purwo,Tegaldelimo, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (28/9). Penangkaran tersebut dilakukan untuk menjaga populasi rusa timor (Cervus timorensis) di Taman Nasional Alas Purwo. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya.

tirto.id - Jepang melalui kerja sama lembaga konservasi memberikan dana bantuan untuk konservasi satwa dan tumbuhan senilai 1 juta yen atau setara dengan Rp117 juta kepada pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Dana konservasi yang merupakan hasil kerja sama Taman Kembar (Sister Park) antara lembaga konservasi di luar habitat alami (ex situ) satwa liar Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua dengan Gunma Safari Park di Jepang itu diserahterimakan di Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu, (12/2/2017).

Seperti dilansir dari Antara, Presiden Gunma Safari Park, Kunihiko Takahashi, disaksikan Direktur TSI Cisarua, Frans Manansang, menyerahkan langsung sumbangan tersebut kepada Direktur Pemolaan Informasi Konservasi Alam Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Liestya Kusumawardhani mewakili Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK Bambang Hendroyono.

Dirjen KSDAE menyatakan Indonesia sebagai negara mega keragaman hayati (megabiodiversity) menjadi tempat hidup spesies flora dan fauna yang berlimpah. Untuk itu, pihaknya memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Gunma Safari Park yang telah bersedia memberikan sumbangan untuk mendukung upaya konservasi.

"Khususnya untuk kepentingan konservasi satwa gajah sumatera di habitat alamnya," ujarnya.

Sementara itu, Frans Manansang menjelaskan dana konservasi itu, merupakan hasil kerja sama pihaknya dengan Gunma Safari Park yang dirintis sejak tahun 2000, diprakarsai oleh Duta Besar RI di Tokyo.

"Pemberian donasi konservasi ini telah diberikan untuk ke-16 kalinya," tuturnya.

Pihaknya berharap bahwa kegiatan tersebut akan berlanjut ke depannya dengan tujuan bagi kepentingan konservasi satwa-satwa liar Indonesia dan lainnya.

Baca juga artikel terkait KONSERVASI HEWAN atau tulisan lainnya dari Mutaya Saroh

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Mutaya Saroh
Penulis: Mutaya Saroh
Editor: Mutaya Saroh