Jepang Berupaya Pulihkan Keadaan Pascagempa

Oleh: Yantina Debora - 19 April 2016
Pemerintah Jepang berupaya memulihkan kembali keadaan wilayahnya setelah diguncang gempa dahsyat yang menimbulkan kerusakan berskala besar sekaligus menempatkan kondisi penyintas ke dalam situasi kekurangan makanan dan air akibat hancurnya jalur transportasi.
tirto.id - Pemerintah Jepang berupaya memulihkan kembali keadaan wilayahnya setelah diguncang gempa dahsyat yang menimbulkan kerusakan berskala besar sekaligus menempatkan kondisi penyintas ke dalam situasi kekurangan makanan dan air akibat hancurnya jalur transportasi.

"Rangkaian gempa bumi ini menciptakan kerusakan dahsyat. Polisi, pemadam kebakaran dan personel militer berupaya untuk memulihkan keadaan," kata Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga, seperti dikutip kantor berita Antara, Selasa, (19/4/2016).

Rangkaian gempa susulan membuat penyintas takut kembali ke rumah mereka dan memilih untuk tinggal di dalam mobil dan pusat-pusat pengungsian.

"Sungguh sulit, tidak ada susu. Hanya ada popok yang kami bawa. Begitu ini habis, tak ada lagi yang tersisa" kata seorang wanita. Ia harus bertahan bersama anak bayinya yang baru berusia dua bulan tengah tertidur di sisi perempuan tersebut dalam selimut di atas lantai.

Kurang lebih 94.000 orang masih berada di pusat-pusat penampungan pengungsi yang terisolir akibat hancurnya jalan yang memutus jaringan transportasi.

Pada Senin (18/4/2016), gempa susulan berkekuatan 5,8 SR kembali menguncang Jepang. Sekitar 600 gempa menghantam Kyushu sejak Kamis pekan lalu, dimana empat di antaranya mampu mengguncang gedung-gedung.

Sekitar 30.000 penyelamat terus menggali bangunan runtuh demi menemukan korban yang terjebak di dalamnya. Satu korban yang sebelumnya dinyatakan hilang, didapati sudah tidak bernyawa lagi. Delapan orang lainnya masih dinyatakan hilang, dan sekitar 1.000 lainnya cedera, setelah empat hari gempa bumi besar menerjang Jepang pada Sabtu, (16/4/2016) dini hari waktu setempat.

Baca juga artikel terkait GEMPA JEPANG atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Yantina Debora
Penulis: Yantina Debora

DarkLight