Jenis Vaksin yang Dibutuhkan Orang Dewasa Usia 19-65 tahun

Oleh: Khairul Ma'arif - 11 November 2019
Dibaca Normal 1 menit
Orang dewasa membutuhkan vaksin untuk mencegah penyakit karena usia, pekerjaan, gaya hidup, perjalanan, atau kondisi kesehatan.
tirto.id - Kebanyakan dari orang dewasa Indonesia usia 19-65 tahun masih sangat jarang diberi vaksin, mereka hanya mendapat vaksin pada usia balita sampai anak-anak. Padahal, orang dewasa membutuhkan vaksin untuk mencegah penyakit karena usia, pekerjaan, gaya hidup, perjalanan, atau kondisi kesehatan.

Pemberian vaksin saat masih anak-anak bisa saja hilang seiring berjalannya waktu. Kemungkinan ini sangat besar karena proteksi dari imunisasi tidak seumur hidup. Hanya vaksin hepatitis B yang mampu memproteksi tubuh seumur hidup.

Dikutip dari ui.ac.id, dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc (VPCD), vaksinolog lulusan University of Siena, Italia menyampaikan, di negara maju, imunisasi bagi orang dewasa sudah ditanggung sejumlah asuransi. Sementara itu, di Indonesia masih diperlukan pembicaraan dengan pihak asuransi agar vaksinasi juga dapat ditanggung.

dr. Dirga menyangkal pendapat sebagian orang yang mengatakan bahwa vaksinasi dapat memasukkan kuman penyakit ke dalam tubuh. Padahal, kata Dirga, vaksin hanyalah sesuatu menyerupai kuman yang direkayasa secara bioteknologi sehingga dikenal tubuh sebagai kuman. Dengan begitu, tubuh dapat meresponsnya dengan antibodi yang kuat.

Di sisi lain, jumlah petugas kesehatan yang bergerak di bidang vaksin atau yang biasa disebut vaksinolog juga tidak terlalu banyak. Bahkan, saat ini tidak lebih dari 10 universitas di dunia yang memiliki jurusan vaksinologi. Di Indonesia sendiri, sebelum dr. Dirga dinyatakan lulus sebagai vaksinolog termuda di dunia, Indonesia belum mempunyai vaksinolog.

Padahal, pemerintah melalui Peraturan Kementerian Kesehatan Nomor 12 Tahun 2017 sudah mencanangkan kegiatan imunisasi sebagai hal yang perlu dilakukan untuk semua umur. Dengan tujuan untuk melindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi

Pemberian vaksin merupakan cara untuk mencegah penyakit dan penyebarannya. Untuk itu, semua orang dewasa masih membutuhkan vaksin untuk meminimalisasi datangnya penyakit.

Dilansir dari laman Cdc.gov, semua orang dewasa masih memerlukan vaksin flu musiman (influenza) setiap tahunnya. Sementara itu, dilansir dari laman Aafp.org, orang dewasa berusia 18 hingga 49 tahun dapat menerima vaksin influenza rekombinan.


Anak yang berusia 6 bulan atau lebih, termasuk wanita hamil dan orang yang alergi terhadap telur, dapat menerima vaksin influenza tidak aktif (IIV). Formulasi IIV yang sesuai usia harus digunakan.

Orang berusia 11 tahun atau lebih yang belum menerima vaksin Tdap (Tetanus, difteri, dan pertusis) atau yang status vaksinnya tidak diketahui harus menerima dosis Tdap. Selanjutnya diikuti oleh tetanus dan dosis penguat difteri toksoid (Td) setiap 10 tahun sesudahnya.

Vaksin herpes zoster, yang melindungi dari herpes zoster dan komplikasi dari penyakit direkomendasikan untuk orang dewasa yang sehat 50 tahun ke atas. Dikutip dari Cdc.gov, hampir 1 dari setiap 3 orang di Amerika Serikat akan terkena herpes zoster seumur hidup mereka. Risiko herpes zoster meningkat seiring bertambahnya usia.

Bukan hanya untuk penyakit herpes zoster, banyak penyakit yang bisa menyerang seseorang karena sistem kekebalan tubuh yang semakin melemah. Hal ini dikarenakan bertambahnya usia yang menjadikan tubuh seseorang sangat rentan akan penyakit.

Vaksin pneumokokus, yang melindungi terhadap penyakit pneumokokus, termasuk infeksi di paru-paru dan aliran darah (direkomendasikan untuk semua orang dewasa di atas 65 tahun, dan untuk orang dewasa di bawah 65 tahun yang memiliki kondisi kesehatan kronis tertentu).

Vaksin pencegah hepatitis B juga dibutuhkan untuk orang dewasa, vaksin ini diberikan dengan cara disuntik ke tubuh. Dalam rentang waktu 6 bulan seseorang harus menjalani 3 kali suntikan untuk menjalankan vaksin hepatitis B.

Pemberian vaksin varisela juga sangat dibutuhkan untuk orang dewasa. Semua orang dewasa tanpa bukti kekebalan terhadap varisela harus menerima 2 dosis vaksin varicella antigen tunggal atau dosis kedua jika mereka hanya menerima 1 dosis.


Baca juga artikel terkait VAKSIN atau tulisan menarik lainnya Khairul Ma'arif
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Khairul Ma'arif
Penulis: Khairul Ma'arif
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight