Jenis Sindrom Myelodysplastic: Kelainan pada Produksi Sel Darah

Oleh: Dinda Silviana Dewi - 5 Maret 2020
Dibaca Normal 2 menit
Radiasi dan kemoterapi saat pengobatan kanker adalah salah satu pemicu pengembangan MDS.
tirto.id - Myelodysplastic syndromes atau sering disebut dengan MDS adalah penyakit yang mempengaruhi produksi sel darah normal di sumsum tulang, baik pada tingkat yang lebih besar maupun tingkat lebih kecil.

Dilansir dari laman Leukaemia, MDS terjadi sebagai akibat dari perubahan pada satu atau lebih gen yang mengendalikan perkembangan sel darah. Akibatnya, sel-sel induk darah menjadi tumbuh dengan tidak normal.

Mutasi tersebut terjadi ketika sel yang terindikasi membelah dan menghasilkan klone, yaitu kelompok sel yang identik dan memiliki cacat yang sama. Oleh karenanya, MDS sering digambarkan sebagai kelainan sel induk darah klonal.

Pada pasien dengan MDS ini, sel punca darah atau sel yang belum matang, tidak berubah menjadi sel darah merah matang, sel darah putih, atau trombosit di sumsum tulang. Sel-sel darah yang belum matang ini tidak bekerja sebagaimana mestinya dan mati di sumsum tulang.

Ini menyisakan lebih sedikit ruang untuk sel darah putih yang sehat, sel darah merah, dan trombosit terbentuk di sumsum tulang. Ketika sel darah sehat lebih sedikit, infeksi, anemia, atau perdarahan dapat dengan mudah terjadi terjadi seperti ditulis dalam laman Cancer.gov.

Dilansir dari Mayo Clinic, berikut adalah tipe MDS berdasarkan tipe perubahan sel darah:

1. Myelodysplastic syndrome with unilineage dysplasia

Satu jenis sel darah bisa jadi sel darah putih, sel darah merah atau trombosit, memiliki jumlah rendah dan tampak tidak normal di bawah mikroskop.

2. Myelodysplastic syndrome with multilineage dysplasia

Pada sindrom ini, dua atau tiga tipe sel darah abnormal.

3. Myelodysplastic syndrome with ring sideroblasts

Jenis ini, yang memiliki dua subtipe, melibatkan jumlah satu atau lebih jenis sel darah yang rendah. Ciri khasnya adalah bahwa sel darah merah yang ada di sumsum tulang mengandung cincin kelebihan zat besi yang disebut cincin sideroblas.

4. Myelodysplastic syndrome associated with isolated del chromosome abnormality

Orang dengan sindrom ini memiliki jumlah sel darah merah yang rendah, dan sel tersebut memiliki mutasi spesifik dalam DNA mereka.

5. Myelodysplastic syndrome with excess blasts

Pada kedua sindrom ini, salah satu dari tiga jenis sel darah lebih sedikit dan tampak abnormal di bawah mikroskop. Sel darah yang sangat imatur ditemukan dalam darah dan sumsum tulang.

6. Sindrom Myelodysplastic, tidak terklasifikasi

Dalam sindrom yang tidak biasa ini, ada pengurangan jumlah satu dari tiga jenis sel darah matang, dan baik sel darah putih atau trombosit terlihat abnormal di bawah mikroskop.

Penyebab dan Gejala MDS

Dengan beberapa pengecualian, penyebab pasti MDS tidak diketahui. Beberapa bukti menunjukkan bahwa orang-orang tertentu dilahirkan dengan kecenderungan untuk mengembangkan MDS. Kecenderungan ini dapat dianggap sebagai saklar yang dipicu oleh faktor eksternal. Namun, apabila faktor eksternal tidak dapat diidentifikasi, maka penyakit ini disebut sebagai MDS primer karena kemunculannya secara tiba-tiba.

MDS Foundation menulis bahwa radiasi dan kemoterapi saat pengobatan kanker adalah salah satu pemicu pengembangan MDS. Pasien yang menggunakan obat kemoterapi atau terapi radiasi untuk kanker berisiko terkena MDS hingga 10 tahun setelah perawatan.

MDS yang berkembang setelah penggunaan kemoterapi kanker atau radiasi disebut MDS sekunder. Pada umumnya, kondisi tersebut dikaitkan dengan beberapa kelainan kromosom dalam sel-sel di sumsum tulang.

Selain itu, paparan jangka panjang terhadap bahan kimia lingkungan atau industri tertentu seperti benzena, juga dapat memicu MDS. Akan tetapi, tidak ada makanan atau produk pertanian yang diketahui menyebabkan kelainan MDS ini.

Jika Anda merupakan seorang perokok, diketahui bahwa risiko pengembangan terhadap penyakit ini hingga 1,6 kali lebih besar dari pada orang yang tidak merokok. Meskipun pada faktanya, tidak ada data yang menunjukkan bahwa merokok dapat meningkatkan risiko pengembangan MDS ini.

Pasien dan keluarga tidak perlu khawatir karena penyakit ini tidak akan menular. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa MDS disebabkan oleh virus. Ini artinya, MDS tidak dapat ditularkan kepada siapapun. Lebih dari itu, MDS tidak diwariskan melalui garis keturunan. Faktanya, MDS adalah kondisi yang sangat langka untuk diidap oleh seseorang.

Seringkali, sindrom myelodysplastic tidak menyebabkan gejala pada awalnya. Tetapi efeknya pada berbagai jenis sel darah dapat menyebabkan gejala yang meliputi sebagai berikut dilansir dari WebMD:

  • Kelelahan konstan. Ini adalah gejala umum anemia, disebabkan ketika Anda tidak memiliki cukup sel darah merah
  • Pendarahan yang tidak biasa
  • Memar dan tanda merah kecil di bawah kulit
  • Kepucatan
  • Napas tersengal saat Anda berolahraga atau aktif

Segeralah hubungi dokter Anda jika Anda memiliki gejala dan kekhawatiran tentang MDS ini. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan menyarankan Anda untuk melakukan tahapan perawatan MDS.


Baca juga artikel terkait SEL DARAH PUTIH atau tulisan menarik lainnya Dinda Silviana Dewi
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Dinda Silviana Dewi
Penulis: Dinda Silviana Dewi
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight