Jenis Paragraf Berdasarkan Kalimat Utama dalam Bahasa Indonesia

Oleh: Ilham Choirul Anwar - 9 Juni 2021
Dibaca Normal 1 menit
Paragraf dilihat dari letak kalimat utamanya dibagi atas paragraf deduktif, induktif, campuran, dan naratif.
tirto.id - Dalam sebuah tulisan utuh, keberadaan paragraf menjadi sebuah miniatur karangan. Paragraf adalah seperangkat kalimat yang saling berhubungan dan secara bersama digunakan dalam menyatakan atau mengembangkan gagasan.

Sebuah paragraf memiliki inti pokok pikiran yang kemudian disokong dengan himpunan kalimat yang saling berkaitan dalam membentuk gagasan.

Mengutip buku Paragraf (Kemdikbud 2015), fungsi paragraf pada tulisan untuk memudahkan pengertian dan pemahaman. Hal tersebut dijalankan dengan memisahkan satu topik dengan topik lain pada setiap paragraf. Setiap paragraf hanya dapat memuat satu unit ide pokok.

Paragraf memiliki ide pokok atau gagasan utama yang dituangkan melalui kalimat utama. Ide pokok tersebut lantas menjadi pengendali dalam penyusunan kalimat-kalimat penjelas sehingga penulisan tidak sampai keluar dari ide pokok itu.

Jenis paragraf menurut letak kalimat utama

Berdasar letak kalimat utamanya, paragraf dapat dibagi menjadi paragraf deduktif, induktif, campuran, dan naratif. Berikut ini penjelasannya seperti dilansir dari laman Kemdikbud:

1. Paragraf deduktif

Dalam paragraf deduktif, kalimat utama diletakkan pada awal paragraf. Susunan paragraf deduktif dimulai dari pernyataan mengenai hal yang sifatnya umum, selanjutnya diikuti hal yang lebih khusus.

Dengan demikian, kalimat utama memaparkan persoalan pokok yang diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas untuk menguraikan mengenai persoalan pokok itu.

2. Paragraf induktif

Paragraf induktif berkebalikan dengan paragraf deduktif dalam peletakan kalimat utama. Letak kalimat utama pada paragraf induktif ada di akhir paragraf. Penyusunan paragraf diawali dari pemaparan hal-hal khusus, lalu diakhiri dengan kalimat yang sifatnya umum.

Tanda dari kalimat penutup pada paragraf induktif, kerap menggunakan ungkapan penghubung. Misalnya penggunaan kata seperti, oleh karena itu, jadi, dengan demikian, dan sebaiknya. Paragraf seperti ini lebih argumentatif sebab mengungkap data, fakta, atau kasus terlebih dahulu dan diakhiri dengan kesimpulan.

3. Paragraf campuran

Paragraf campuran menggabungkan gaya paragraf deduktif dan paragraf induktif. Paragraf ini memiliki kalimat utama yang terletak pada awal dan akhir paragraf. Awalnya dibahas mengenai hal-hal umum pada bagian awal, dilanjutkan hal-hal khusus, dan di bagian akhir memuat hal-hal umum kembali.

Pengulangan penggunaan kalimat utama di awal dan di akhir menunjukkan adanya gagasan yang sangat penting. Dengan demikian, pembaca lebih bisa menangkap maksud dari ide pokok sebuah paragraf.

4. Paragraf naratif

Paragraf naratif menampilkan semua bagian paragraf sebagai satu kesatuan isi. Paragraf ini terintegrasi dengan baik dan menggambarkan semua bagian dengan tanpa sumbang. Akibat setiap kalimat sama pentingnya, maka muncul kesulitan untuk menentukan gagasan utama yang tersirat.


Baca juga artikel terkait JENIS PARAGRAF atau tulisan menarik lainnya Ilham Choirul Anwar
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight