Menuju konten utama

Jenis Bencana Alam: Penyebab & Cara Selamatkan Diri Saat Bencana

Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat.

Jenis Bencana Alam: Penyebab & Cara Selamatkan Diri Saat Bencana
Warga menyaksikan rumahnya yang roboh akibat dihantam angin puting beliung di Desa Karangsono, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Rabu (24/2/2021).ANTARA FOTO/Aji Styawan/foc.

tirto.id - Indonesia sering kali mengalami bencana di beberapa wilayah, baik dalam skala ringan hingga berat.

Secara geografis Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik yaitu lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Kondisi tersebut sangat berpotensi sekaligus rawan bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor.

Menurut Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana, bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat.

Hal itu disebabkan baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Sementara, bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.

Sedangkan, bencana nonalam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa nonalam, antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit.

Jenis-Jenis Bencana

Berikut ini adalah beberapa jenis bencana yang sering terjadi di Indonesia.

1. Gempa bumi

Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, akitivitas gunung api atau runtuhan batuan.

Gempa bumi bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari pergeseran lempeng (gempa tektonik), aktivitas gunung berapi (gempa vulkanik), aktivitas runtuhan wilayah kapur, dan aktivitas manusia (gempa buatan).

Sementara, berikut ini adalah cara menyelamatkan diri saat gempa terjadi.

a. Di dalam bangunan

Jika gempa terjadi saat sedang berada di dalam bangunan, pastikan untuk mencari tempat yang dapat melindungi badan dan kepala dari reruntuhan, seperti bersembunyi di bawah meja. Jika memungkinkan, segera lari lewat pintu keluar atau pintu darurat. Hindari penggunaan lift maupun tangga berjalan, untuk keluar dari gedung saat gempa terjadi.

b. Di luar bangunan

Jika gempa terjadi saat sedang berada di luar bangunan sebisa mungkin tidak berlindung di dekat bangunan seperti gedung, rumah, tiang listrik, pohon, ataupun baliho. Perhatikan tempat berpijak dan waspadai retakan tanah. Jika sedang berkendara, tepikan kendaraan dan turun dari mobil atau motor dan cari tempat yang lapang.

c. Di pinggir pantai

Jika gempa terjadi saat sedang berada di pantai atau dekat pantai, segera tinggalkan pantai dan berlindung di tempat lapang dan tinggi. Ingat prinsip 20-20-20, yakni waspadai jika gempa terjadi selama 20 detik berpotensi tsunami, 20 menit waktu untuk menyelamatkan diri, dan lari ke area yang lebih tinggi dari 20 meter, sesuai arahan papan petunjuk jalur evakuasi.

d. Di area pegunungan

Jika gempa terjadi saat sedang berada di wilayah pegunungan atau perbukitan, waspadai daerah yang rawan terjadi tanah longsor.

2. Letusan Gunung Api

Letusan gunung api merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah "erupsi". Bahaya letusan gunung api dapat berupa awan panas, lontaran material (pijar), hujan abu lebat, lava, gas racun, tsunami dan banjir lahar.

Hampir semua kegiatan gunung api berkaitan dengan zona kegempaan aktif sebab berhubungan dengan batas lempeng.

Pada batas lempeng inilah terjadi perubahan tekanan dan suhu yang sangat tinggi sehingga mampu melelehkan material sekitarnya yang merupakan cairan pijar (magma). Magma akan mengintrusi batuan atau tanah di sekitarnya.

Sementara itu, berikut ini adalah cara menyelamatkan diri saat terjadi letusan gunung berapi.

  • Kenakan pakaian tertutup yang melindungi tubuh seperti, baju lengan panjang, celana panjang, dan topi.
  • Tidak berada di lokasi yang direkomendasikan untuk dikosongkan.
  • Tidak berada di lembah atau daerah aliran sungai.
  • Gunakan masker atau kain basah untuk menutup mulut dan hidung.
  • Gunakan kacamata pelindung.
  • Jangan memakai lensa kontak.
  • Hindari tempat terbuka dan lindungi diri dari abu letusan gunung api.
3. Tsunami

Tsunami berasal dari bahasa Jepang yang berarti gelombang ombak lautan ("tsu" berarti lautan, "nami" berarti gelombang ombak).

Tsunami adalah serangkaian gelombang ombak laut raksasa yang timbul karena adanya pergeseran di dasar laut akibat gempa bumi.

Apabila terjadi gempa, kemudian air laut surut secara tiba-tiba, segeralah lari menjauh dari pantai dan cari tempat yang lebih tinggi karena kemungkinkan tsunami akan terjadi.

Berikut ini adalah cara menyelamatkan diri saat terjadi tsunami:

  • Jika gempa terjadi pada malam hari dengan kekuatan yang besar dan kemungkinan aliran listrik dan saluran telekomunikasi akan terputus. Jika hal itu terjadi dalam keadaan darurat segeralah mencari bangunan bertingkat dan naik keatas.
  • Biasanya, pemerintah memasang alat pemantau dini tsunami di pantai. Jika terjadi gempa dan disertai dengan tsunami, atat itu akan membunyikan suara sirine.
  • Saat terdengar suara sirine segeralah menjauh dari pantai dn mencari tempat yang tinggi.
4. Tanah Longsor

Tanah longsor merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng.

Bencana tanah longsor seringkali dipicu karena kombinasi dari curah hujan yang tinggi, lereng terjal, tanah yang kurang padat serta tebal, terjadinya pengikisan, berkurangnya tutupan vegetasi, dan getaran.

Cara menyelamatkan diri saat terjadi tanah longsor adalah dengan segera melakukan evakuasi untuk menjauhi suara gemuruh atau arah datangnya longsor.

Apabila mendengar suara sirine peringatan longsor, segera evakuasi ke arah zona evakuasi yang telah ditentukan. (Beberapa wilayah di Indonesia telah terpasang Sistem Peringatan Dini Longsor).

5. Banjir

Banjir adalah peristiwa atau keadaan terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat.

Banjir biasanya terjadi karena curah hujan turun terus menerus dan mengakibatkan meluapnya air sungai, danau, laut atau drainase karena jumlah air yang melebihi daya tampung media penopang air dari curah hujan tadi.

Cara menyelamatkan diri saat banjir adalah, ketika banjir sudah memasuki rumah, lebih baik mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Perhatikan kebersihan tempat, makanan, dan minuman. Saat terjadi banjir mudah sekali kuman penyakit tersebar dan berjangkit.

Anda juga harus waspada terhadap lingkungan sekitar agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya tersengat listrik.

6. Kebakaran

Kebakaran adalah situasi saat bangunan pada suatu tempat seperti rumah/pemukiman, pabrik, pasar, gedung dan lain-lain dilanda api yang menimbulkan korban dan/atau kerugian.

Berikut beberapa langkah yang dapat diambil jika terjadi kebakaran:

  • Jangan panik.
  • Matikan peralatan listrik.
  • Lindungi saluran pernapasan saat titik kebakaran berada cukup dekat.
  • Ikuti petunjuk evakuasi dan menjauh dari lokasi kebakaran.
  • Jangan terjebak di keramaian yang menyebabkan Anda kesulitan mencari jalan keluar.
7. Angin Puting Beliung

Angin puting beliung adalah angin kencang yang datang secara tiba-tiba, mempunyai pusat, bergerak melingkar menyerupai spiral dengan kecepatan 40-50 km/jam hingga menyentuh permukaan bumi dan akan hilang dalam waktu singkat (3-5 menit).

Bencana puting beliung sebagai akibat dari peristiwa hidrometeorologis meningkat intensitas kejadiannya pada masa peralihan musim.

Cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana angin puting beliung di antaranya adalah:

  • Bawa masuk barang-barang ke dalam rumah, agar tidak terbawa angin.
  • Tutup jendela dan pintu lalu kunci.
  • Matikan semua aliran listrik dan peralatan elektronik.
  • Jika ada potensi petir akan menyambar, segera membungkuk, duduk dan peluk lutut ke dada.
  • Hindari bangunan yang tinggi, tiang listrik, papan reklame, dan sebagainya.
  • Jangan tiarap di atas tanah.
  • Segera masuk ke dalam rumah atau bangunan yang kokoh.
  • Jangan berlindung di bawah pohon besar dan papan reklame.

Baca juga artikel terkait BENCANA ALAM atau tulisan lainnya dari Maria Ulfa

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Maria Ulfa
Editor: Nur Hidayah Perwitasari