Jembatan di Brebes Putus, KA ke Yogya & Malang Terlambat 3,5 Jam

Reporter: - 12 Januari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Akibat putusnya jembatan rel KA di Brebes, perjalanan KA lintas Selatan di Daerah Operasi 6 Yogyakarta terlambat hingga 3,5 jam.
tirto.id - Perjalanan kereta api lintas Selatan termasuk di wilayah kerja PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta terganggu akibat putusnya jembatan rel kereta api yang melintas di Sungai Glagah, Brebes pada Senin (11/1/2021) malam.

“Kami melakukan perubahan pola operasi. Kereta harus berjalan memutar, sehingga ada keterlambatan kedatangan. Mulai dari 25 menit bahkan hingga 213 menit,” kata Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta, Supriyanto di Yogyakarta, Selasa (12/1/2021).

Kereta api yang menuju Yogyakarta, Solo dan sekitarnya harus berjalan memutar melewati Stasiun Semarang-Gundih-Solo dan baru ke Yogyakarta.

Sejumlah kereta yang terdampak di antaranya KA Argo Lawu relasi Jakarta Gambir-Solo Balapan yang terlambat 25 menit dari jadwal kedatangan 05.28 WIB.

Kereta Gajayana relasi Gambir-Malang baru masuk ke Solo pada pukul 05.48 menit atau mengalami keterlambatan hingga 213 menit dari jadwal semula 02.54 WIB.

Sedangkan Kereta Mataram relasi Jakarta Pasar Senen-Solo Balapan terlambat 37 menit dan baru tiba di Solo pada pukul 06.27 WIB.

“Untuk kereta Taksaka tujuan Yogyakarta juga mengalami keterlambatan 70 menit dari jadwal kedatangan,” katanya.

Meskipun harus berjalan memutar, Supriyanto memastikan jika penumpang tetap akan diantar oleh PT KAI menuju tujuan akhir mereka.

“Penumpang yang akan berangkat dan terdampak gangguan di perlintasan juga akan tetap dilayani. Misalnya, untuk keberangkatan KA Ranggajati relasi Cirebon-Jember pada Selasa (12/1/2021),” katanya.

Kereta tersebut tidak akan masuk ke Stasiun Yogyakarta karena harus berjalan memutar melalui Semarang-Gundih-Solo Balapan. “Penumpang kereta dari Yogyakarta dan Klaten akan difasilitasi KA Prameks menuju Solo Balapan,” katanya.


Baca juga artikel terkait JEMBATAN PUTUS atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: Antara
Editor: Maya Saputri
DarkLight